Masjid Agung Sheikh Zayed dinobatkan sebagai masjid terbesar ke-3 di dunia. Posisinya berada tepat di belakang Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Luasnya 22.000 meter persegi dengan lahan sekitar 12 hektar.
Masjid Agung di Uni Emirat Arab (UEA) ini dapat menampung lebih dari 41.000 jamaah sekaligus, dengan 10.000 jamaah di ruang sholat utama saja.
Keistimewaan masjid ini bukan hanya soal ukurannya, arsitekturnya juga tidak main-main. Jika dilihat dari depan, dari atas sampai bawah, masjid ini berwarna putih terang layaknya bangunan yang ditutupi salju tebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Daily Art Magazine, ternyata putih bersih tersebut berasal dari material mahal, yakni marmer Sivac berkualitas tinggi yang ditambang dari tambang Prilep di Makedonia Utara. Marmer jenis ini sengaja dipilih untuk menghasilkan pigmen putihnya yang cemerlang. Warna ini menciptakan efek visual yang memesona dan memberikan kesan ketenangan dan kemewahan.
Penggunaan marmer Sivac sebagai material bangunan dan perabotan ini sudah dipakai sejak zaman Romawi. Pada saat itu, digunakan untuk menciptakan beberapa struktur terbaik di zaman kuno.
Arsitek Masjid Agung Sheikh Zayed
Sosok berjasa yang telah mendesain masjid ini adalah arsitek asal Suriah, Youssef Abdelke. Tidak sendirian, seniman serta ilustrator Inggris Kevin Dean menciptakan desain bunga untuk dinding dan halaman, Halcrow Group dari Inggris bertindak sebagai pengawas konstruksi pada fase awal dan konsultan proyek untuk fase kedua proyek tersebut. Proyek ini berskala besar dengan melibatkan lebih dari 35 perusahaan kontraktor dan lebih dari 3.000 pekerja.
Desain Masjid Agung terinspirasi dari arsitektur Mughal dan Persia yang memang banyak berjasa dalam perkembangan arsitektur Islam. Tata letak kubah dan denah lantainya terinspirasi dari Masjid Badshahi dari periode Mughal.
Area Lantai
Lantai marmer Masjid Agung terkenal dengan mozaik-mozaik indah. Mirip dengan lantai Masjdil Haram, lantai di sini memakai marmer khusus yang tetap sejuk meski suhu di sana sangat panas sehingga jamaah yang berkegiatan dan beribadah di dalam tanpa alas kaki, tidak akan terganggu.
Material alami lainnya yang dipakai adalah keramik, kristal, emas, dan batu permata digunakan karena keindahan dan daya tahannya. Asal material ini bukan hanya dari dalam negeri, ada yang berasal dari Maroko, Mesir, Yunani, Italia, Jerman, Pakistan, India, Australia, dan Selandia Baru.
Bagian Kubah
Bagian kubah dan menara masjid. Foto: REUTERS/AMR ALFIKY |
Terdapat 82 kubah dengan berbagai ukuran yang ditempatkan di seluruh bangunan. Kubah-kubah tersebut dilapisi marmer putih murni dan dihiasi dengan hiasan berbentuk bulan sabit yang terbuat dari kaca emas. Kubah terbesar terletak tepat di tengah ruang salat utama.
Menara Masjid Agung Sheikh Zayed
Kemudian, menara-menara di sana mirip dengan desain Arab tradisional, sementara lengkungan-lengkungannya terinspirasi oleh arsitektur Moor. Setiap menara terdiri dari tiga bentuk geometris berbeda dengan alas persegi dan bagian segi delapan yang filosofinya dari periode Mamluk dan bagian silindris ketiga yang berasal dari Ottoman. Pada bagian puncak, terdapat lentera berlapis mosaik kaca emas, berasal dari era Fatimiyah.
Bagian Pilar
Bagian pilar masjid. Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency |
Masjid Agung memiliki pilar-pilar berwarna putih yang terbuat dari panel marmer putih. Panel tersebut ditambah desain ornamen bunga dari batu mulia dan semi-mulia. Uniknya, teknik untuk menguatkan pilar menggunakan pietra dura yang sama seperti dipakai di Taj Mahal. Teknik ini berasal dari Italia abad ke-16.
Pilar-pilar ini dihiasi dengan kepala pilar emas dari aluminium anodisasi, yang dibuat menyerupai puncak pohon palem. Terdapat 1.096 pilar di sekeliling arkade eksterior dan 96 pilar yang memberikan dukungan struktural pada tiga kubah utama.
Sistem Pencahayaan
Salah satu ciri khas dari masjid ini adalah memiliki efek pencahayaan yang mengikuti fase pergerakan bulan. Terdapat 22 menara lampu dengan proyektor cahaya yang memproyeksikan awan berwarna biru keabu-abuan. Cahaya ini akan menyorot ke permukaan luar fasad masjid. Kecerahan disesuaikan setiap hari untuk mengikuti siklus bulan dari fase bulan sabit yang lebih gelap hingga fase bulan purnama yang cerah.
Siapa yang Pernah Datang ke Masjid Agung Sheikh Zayed?
Banyak tokoh terkenal sudah pernah berkunjung ke Masjid Agung ini, mulai dari Donald Trump, Presiden Joko Widodo, Presiden Xi Jinping, Jennie BLACKPINK, hingga Cristiano Ronaldo.
(aqi/abr)













































