Banyak kota di Eropa dikenal memiliki lanskap bangunan yang tampak rapi, serasi, dan harmonis secara visual, dengan dominasi warna cokelat, krem, hingga beige yang memberi kesan klasik dan vintage. Keseragaman ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan hasil dari sejarah panjang, material bangunan, dan kebijakan tata kota yang dijaga lintas generasi.
Kesan serasi pada bangunan Eropa sering membuat kota-kota tuanya terasa tenang dan berkarakter kuat. Ketika berjalan di pusat kota bersejarah, perbedaan warna yang mencolok jarang ditemukan karena bangunan lama dan baru cenderung mengikuti palet warna yang sama.
Fenomena ini menunjukkan bahwa arsitektur di Eropa tidak berdiri sendiri sebagai karya individual, tetapi dipandang sebagai bagian dari satu kesatuan visual kota. Setiap bangunan berperan menjaga harmoni ruang publik agar identitas sejarah dan budaya kota tetap terpelihara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari situs Rethinking The Future, berikut ini penjelasannya.
Warna Bangunan Dipengaruhi Material Alami Sejak Era Klasik
Sejak era Yunani dan Romawi Kuno, bangunan di Eropa banyak menggunakan material alami seperti batu kapur, marmer, dan beton khas era Romawi. Material-material ini secara alami menghasilkan warna-warna netral seperti putih pudar, krem, cokelat, dan abu-abu. Karena bahan bangunan diambil dari lingkungan sekitar, warna bangunan pun cenderung seragam dalam satu wilayah.
Prinsip Arsitektur Klasik Menjunjung Harmoni dan Proporsi
Arsitektur klasik yang dibuat dari peradaban Yunani dan Romawi sangat menekankan keseimbangan, proporsi, dan keteraturan. Konsep ini tidak hanya diterapkan pada bentuk bangunan, tetapi juga pada tampilan visual secara keseluruhan. Warna yang tenang dan serasi dipilih agar tidak mengganggu keindahan struktur dan proporsi bangunan itu sendiri.
Bangunan Warisan Dijaga untuk Mempertahankan Karakter Kota
Bangunan bersejarah di Eropa dianggap sebagai warisan yang harus dilestarikan. Oleh karena itu, pemerintah dan aktivis pelestarian menerapkan kebijakan ketat terkait renovasi, termasuk pemilihan warna.
Warna bangunan tidak boleh mencolok atau bertabrakan dengan lingkungan sekitarnya agar karakter kuno dan identitas kota tetap terjaga. Adanya kebijakan ini membuat banyak bangunan-bangunan baru yang arsitekturnya dibuat sama dengan bangunan lama di sekitarnya agar tampilan visual di wilayah tersebut tetap seimbang.
Pengaruh Gaya Gotik, Renaisans, hingga Barok
Berbagai gaya arsitektur seperti Gotik, Renaisans, dan Barok turut membentuk estetika warna kota-kota Eropa. Gereja Gotik dengan batu alam, bangunan Renaisans yang terinspirasi arsitektur klasik, hingga Barok yang megah namun tetap menggunakan palet warna dengan nuansa kecokelatan, semuanya berpadu pada kesan visual yang selaras dan tidak berlebihan.
Kebijakan Pelestarian Arsitektur di Eropa
Kesadaran akan pentingnya warisan arsitektur membuat Eropa mengembangkan kebijakan bersama untuk perlindungan bangunan bersejarah. Sejak Deklarasi Tahun Arsitektur Eropa 1975, pelestarian tidak hanya fokus pada struktur bangunan, tetapi juga pada tampilan visualnya. Warna menjadi elemen penting yang dievaluasi agar nilai budaya dan sejarah kota tetap hidup dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.
Keseragaman warna dan nuansa vintage pada bangunan-bangunan di Eropa, mencerminkan cara masyarakatnya memandang arsitektur sebagai bagian dari identitas bersama, bukan sekadar bangunan fisik. Melalui penggunaan material alami, prinsip harmoni klasik, serta kebijakan pelestarian yang konsisten, kota-kota Eropa mampu menjaga kesinambungan visual antara masa lalu dan masa kini.
Inilah yang membuat lanskap perkotaan Eropa tetap terasa berkarakter, tenang, dan autentik, sekaligus menjadi warisan budaya yang terus hidup dan dinikmati hingga hari ini.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(abr/abr)











































