Tampak Mau Roboh, Ini Fakta Arsitektur Rumah Miring di Belanda

Tampak Mau Roboh, Ini Fakta Arsitektur Rumah Miring di Belanda

Wildan Alghofari - detikProperti
Sabtu, 27 Des 2025 15:52 WIB
Tampilan rumah Thomas Geerlings di Amsterdam, Belanda.
Ilustrasi rumah di Belanda. Foto: via Vogue Australia
Jakarta -

Rumah-rumah miring di Belanda, khususnya di Amsterdam, kerap menarik perhatian. Deretan bangunan di sepanjang kanal terlihat condong ke depan, ke samping, bahkan tampak seolah akan roboh.

Fenomena ini bukan sekadar keunikan visual, melainkan hasil dari sejarah panjang, kondisi geografis, dan pilihan arsitektur yang diambil berabad-abad lalu.

Dilansir dari situs Expatica, Rabu (24/12/2025), kemiringan rumah-rumah di Belanda berkaitan erat dengan kondisi tanahnya. Sebagian besar wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut dan didominasi oleh tanah rawa yang lunak. Tanah ini terdiri dari lapisan gambut dan tanah liat. Kondisi ini membuat bangunan tidak mungkin berdiri kokoh hanya dengan fondasi tanah biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengakali agar bangunannya tetap kokoh, sejak ratusan tahun lalu rumah-rumah di Amsterdam dibangun di atas tiang pancang. Tiang-tiang ini ditancapkan menembus lapisan tanah lunak hingga mencapai lapisan pasir yang lebih padat.

Pada masa lalu, material yang digunakan adalah kayu, bukan beton seperti sekarang. Namun, kualitas tiang kayu yang digunakan tidak selalu seragam. Banyak rumah tua di Amsterdam dibangun dengan tiang yang terlalu pendek, terlalu tipis, atau kualitas kayunya rendah. Seiring berjalannya waktu, tiang-tiang tersebut menua dan kehilangan kekuatannya untuk membantu menopang struktur rumah. Hal itu menyebabkan bangunan tenggelam secara tidak merata dan akhirnya tampak miring.

ADVERTISEMENT

Masalah lain muncul ketika satu rumah dalam deretan bangunan direnovasi. Rumah-rumah kanal Amsterdam umumnya berdempetan dan saling menopang. Ketika satu bangunan diperkuat atau fondasinya diperbaiki, sementara bangunan di sebelahnya tidak, keseimbangan pun terganggu dan kemiringan menjadi semakin terlihat.

Rumah-rumah yang berada di sudut jalan termasuk yang paling rentan. Karena hanya memiliki tetangga di satu sisi, bangunan sudut tidak mendapat dukungan struktural yang cukup. Akibatnya, dinding dapat menggembung dan bangunan perlahan condong ke satu arah.

Selain itu, rapuhnya tiang kayu juga bisa menjadi penyebab utama. Di Belanda ketinggian air tanah sering diatur dan disesuaikan. Ketika permukaan air diturunkan, bagian atas tiang kayu terpapar oksigen dan mulai merapuh. Proses ini melemahkan fondasi dan menyebabkan rumah miring ke samping.

Faktor beban bangunan juga mempengaruhi. Di beberapa kawasan, rumah-rumah sengaja dibuat ramping karena pemerintah Belanda memberlakukan penghitungan pajak yang diatur dari lebarnya fasad. Oleh karena itu, banyak rumah di Belanda dibuat dengan tampilan depan yang ramping, tapi ruangnya melebar ke dalam ataupun menjulang ke atas.

Banyak rumah-rumah tua di Belanda yang ditingkat dan dirancang tinggi untuk menambah ruang. Sayangnya, para kontraktor terdahulu tidak merancang fondasi untuk menahan beban tambahan tersebut. Akibatnya, rumah bisa ambles dan fasadnya tampak condong.

Belanda merupakan negara dengan aktivitas perdagangan yang tinggi. Aktivitas ini turut mempengaruhi pemilik rumah dalam merancang arsitekturnya. Beberapa rumah memang sengaja dibangun sedikit condong ke depan untuk memudahkan pengangkatan barang menggunakan katrol di bagian atap, sekaligus mencegah barang merusak fasad saat dinaikkan.

Dengan demikian, rumah-rumah miring di Belanda bukanlah hasil kesalahan semata, melainkan kombinasi kondisi geografis, teknologi konstruksi masa lalu, kebijakan pengelolaan air, serta perubahan fungsi bangunan. Keunikan ini justru menjadi ciri khas arsitektur Belanda yang mencerminkan bagaimana manusia beradaptasi dengan alam sejak ratusan tahun lalu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads