Viral di media sosial yang menayangkan video sebuah tembok rumah milik warga mendadak ambruk. Kejadian itu membuat sisi samping rumah rusak berat dan terlihat bolong akibat seluruh dinding roboh.
Dalam penelusuran detikProperti, video tembok rumah roboh itu diunggah pertama kali oleh pemilik akun TikTok @starr.sleeppp. Video tersebut diupload ke TikTok pada 22 Desember 2025 dan telah ditonton hingga lebih dari 1,8 juta viewers.
Video itu menayangkan seorang wanita tengah memanggil sang pemilik rumah untuk segera keluar karena sisi samping tembok rumahnya mulai retak dan diyakini akan roboh. Namun, tidak ada respons dari pemilik rumah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benar saja, dalam hitungan detik tembok rumah tersebut akhirnya roboh. Pasca runtuh, bagian interior rumah jadi terlihat jelas dan memperlihatkan sejumlah ruangan yang diyakini merupakan kamar mandi dan kamar tidur.
Sejumlah warganet memberikan tanggapannya di kolom komentar mengenai insiden tembok rumah yang mendadak roboh. Salah satu netizen mengaku shock setelah melihat video tersebut.
"Ancur banget ya," kata salah satu netizen.
Viral di media sosial sebuah tembok rumah warga mendadak roboh. Foto: Dok. Tangkapan Layar TikTok/@starr.sleeppp |
Menariknya, seorang warganet justru mengaitkan kejadian tersebut dengan rumah subsidi. Meskipun tidak ada keterangan yang memastikan bahwa rumah di video yang viral itu adalah rumah subsidi.
"The real rumah subsi die (subsidi)," tulis pemilik akun itu di kolom komentar.
detikcom sudah mencoba menghubungi pemilik akun @starr.sleeppp mengenai lokasi rumah tersebut dan kronologi kejadian. Namun, sampai berita ini diturunkan masih belum ada tanggapan.
Benarkah Rumah Subsidi Disebut Gampang Rusak?
Beberapa rumah subsidi disebut kualitasnya kurang baik sehingga memungkinkan lebih cepat rusak. Meski jumlahnya tidak sebanyak dengan rumah subsidi yang sudah digunakan dalam kondisi baik oleh masyarakat, akan tetapi temuan ini tetap menjadi sorotan.
Wildan selaku tim kontraktor dari Rebwild Construction menyebut memang ada sejumlah rumah yang dibangun dengan spesifikasi kurang bagus. Penggunaan material yang tidak sesuai dapat memengaruhi konstruksi bangunan sehingga lebih mudah rusak dan tidak bertahan lama.
"Bisa, kalau tidak sesuai perencanaan dan kalau spesifikasinya (bahan material) tidak sesuai," kata Wildan lewat pesan singkat, Jumat (26/12/2025).
Meski begitu, Wildan menyebut tak hanya pengembang saja yang nakal dengan mengurangi spesifikasi material atau tidak sesuai perencanaan. Terkadang, orang yang membangun rumah secara sendiri juga kerap mengurangi bahan material yang digunakan.
Seperti kasus viral tembok rumah warga yang mendadak roboh. Jika ternyata rumah itu milik sendiri, tentu ada masalah pada struktur dindingnya yang menurut Wildan tidak kokoh untuk menahan beban. Bisa jadi, si pemilik rumah tidak memikirkan hal itu dan hanya mengincar biaya murah untuk membangun rumah.
"Struktur rumah yang tinggi kayak gitu apalagi di turunan harus pakai material khusus. Kemungkinan itu orang bangun rumahnya bisa asal jadi saja" paparnya.
Dari pengamatan Wildan, rumah tersebut harusnya menggunakan sloof pada sisi tembok rumah. Balok beton bertulang ini berfungsi meratakan beban dari dinding serta mengikat kolom agar bangunan lebih kuat, stabil, dan tidak mudah retak akibat pergeseran tanah.
"Kalau dilihat baik, itu harusnya bagian kanan (dinding) itu kan sudah struktur batu kali, secara baiknya harus ada sloof lagi. Setiap rumah yang baik harus ada sloofnya," imbuh Wildan.
Apabila menemukan pengembang perumahan yang nakal, seperti membangun rumah dengan kualitas kurang baik dan cepat rusak, masyarakat bisa membuat aduan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Pelaporan bisa dilakukan melalui Bantuan Edukasi dan Asistensi Ramah untuk Pengaduan Konsumen Perumahan (BENAR-PKP).
(ilf/das)











































