Tom Cruise Yakin AI Tak Bisa Gantikan Manusia di Film
Bintang Mission: Impossible tersebut meyakini bahwa sentuhan manusia dan pengalaman menonton di bioskop akan selalu memiliki tempat tersendiri di hati penonton.
Pernyataan tersebut disampaikan Cruise dalam sesi diskusi BAFTA "Life in Pictures" di London.
Ketika ditanya mengenai dampak perkembangan teknologi AI terhadap masa depan bioskop, Cruise menekankan pentingnya unsur keaslian (authenticity) dan nilai kemanusiaan dalam seni peran.
"Satu hal yang pasti: tidak ada yang bisa menggantikan manusia," ujar Cruise dilansir dari Variety.
Aktor berusia 64 tahun itu menegaskan bahwa dorongannya untuk mempertahankan pengalaman menonton di bioskop didasari oleh keinginan menyatukan orang-orang lewat sebuah karya.
Meskipun ia tidak menentang platform streaming, menurutnya menonton film di layar lebar adalah bentuk seni yang berbeda.
"Orang-orang menginginkan pengalaman itu. Mereka tetap pergi ke bioskop," kata Cruise.
"Saya selalu percaya pada nilai-nilai kemanusiaan."
Cruise mengakui bahwa kehadiran teknologi AI memang tidak bisa dihindari.
Namun, ia berpesan kepada para kreator dan pembuat film untuk tidak berkecil hati dan terus berkarya.
"Kalian tahu, AI itu akan datang dan tetap akan terjadi," tutur Cruise tentang pesatnya kemajuan AI.
"Tetapi orang-orang tetap ingin melihat hal-hal yang nyata. Jadi, tetaplah mencipta (keep creating)."
Selain membahas AI dan perjalanan kariernya selama empat dekade, Cruise juga membagikan cuplikan proyek film terbarunya berjudul Digger, yang disutradarai oleh Alejandro G. IΓ±Γ‘rritu.
Dalam film tersebut, Cruise tampil hampir tak mengenali dirinya karena harus mengenakan prosthetic dan fat suit untuk memerankan seorang konglomerat minyak.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
