Film Dokumenter Perang NAZA Siap Tayang di Bioskop Amerika
Karya dari dua sutradara asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, dijadwalkan tayang perdana secara eksklusif di IFC Center, New York City. Perilisan film akan diperluas ke Los Angeles dan sejumlah wilayah strategis lain pada 9 Oktober, sebelum ditayangkan secara nasional. Kedua sineas tersebut sebelumnya merupakan bagian dari tim penyutradaraan film peraih Oscar, No Other Land.
Pihak produser NAZA menyampaikan pertimbangan di balik model distribusi film tersebut melalui pernyataan resmi.
"Mengingat urgensi dari topik yang diangkat, pembuat film menerapkan strategi distribusi yang dipimpin oleh The Guardian dan mk2 bersama tim mitra internasional untuk membawa karya ini kepada publik secepat mungkin. Rencana penayangan global lainnya akan diumumkan dalam waktu dekat," kata pihak produser melansir dari The Hollywood Reporter, Minggu (20/9/2026).
Film yang diproduseri oleh sutradara The Zone of Interest, Jonathan Glazer, ini dijadwalkan melangsungkan penayangan perdana di Amerika Utara dalam Festival Film New York pada 26 September. Dokumenter tersebut memuat kesaksian 24 perwira militer Israel mengenai sistem serta protokol yang dituding digunakan untuk menargetkan warga sipil Palestina di Gaza. Judul NAZA sendiri merujuk pada istilah singkatan militer Israel untuk menyebut korban dari kalangan warga sipil.
Yuval Abraham dan Rachel Szor mengungkapkan alasan penggarapan investigasi visual ini melalui pernyataan bersama.
"Kami membuat film ini berdasarkan tanggung jawab moral sebagai pembuat film dan jurnalis Israel untuk meneliti sistem di balik pembunuhan massal warga sipil Palestina yang menjadi tanggung jawab negara kami. Selama tiga tahun merekam aktivitas militer di Tel Aviv pada malam hari, kami menyaksikan bagaimana satu kelompok membiarkan terjadinya dehumanisasi total terhadap pihak lain," ujar Yuval Abraham dan Rachel Szor.
Kedua sutradara menambahkan film ini mengungkapkan fakta yang lebih mendalam dibanding pemberitaan sebelumnya.
"Film ini menunjukkan cara kerja di balik sistem tersebut. Berbagai temuan telah dipublikasikan berkala oleh The Guardian bersama +972 Magazine dan Local Call setelah peristiwa 7 Oktober. Melalui film ini, kami mengangkat hal-hal yang tidak diungkapkan ke publik dan memecah keheningan yang ada," terang mereka.
Penayangan NAZA di Venice sempat disambut dengan standing ovation dari penonton festival. Namun, pihak militer Israel (IDF) secara terbuka menolak seluruh klaim yang disampaikan dalam film itu.
"IDF menolak secara kategoris tuduhan dalam film tersebut dan mengkritik penggunaan kesaksian anonim yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. IDF selalu menyerang target militer serta melakukan berbagai upaya untuk menekan risiko bahaya terhadap warga sipil," bunyi pernyataan dari pihak IDF.
Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, juga menyampaikan tanggapan keras mengenai muatan dokumenter tersebut.
"Dokumenter ini merupakan bentuk serangan terhadap Negara Israel," kata Eyal Zamir.
Dokumenter NAZA diproduksi oleh Guardian News and Media, entitas yang menaungi surat kabar asal Inggris, The Guardian.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
