Round Up

Vilmei Trauma-Trust Issue Abis Kehilangan Rp 1,28 M

Tim detikPop
|
detikPop
Vilmei vs karyawan diduga penilap uang
(Foto: Instagram @kokojosephirianto) Vilmei (kanan) dan kuasa hukumnya.
Jakarta - Kreator konten Meicy Villia atau akrab disapa Vilmei trauma berat setelah uang hasil jerih payahnya sejumlah Rp 1,28 miliar diduga ditilap karyawan sendiri. Dia terluka banget atas pengkhianatan yang dilakukan pegawainya itu.

Kasus ini sempat membuat Vilmei drop. Dia bahkan susah percaya lagi dengan orang lain hingga berpikir untuk berhenti dari perkontenan media sosial.

Hal itu karena Vilmei sudah menganggap pelaku sebagai bagian dari keluarganya. Sehingga luka dari pengkhianatan itu menumbuhkan trust issue dalam dirinya.

"Trauma banget, trust issue banget jadinya. Parah," kata Vilmei saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, beberapa waktu lalu.

"Gemas jujur. Aku tadi sudah mau pensiun (jadi content creator), tapi gak jadi," bebernya.

Meski dilanda stres yang cukup berat, Vilmei berusaha untuk tetap bersikap tegar. Baginya, bangkit dari keterpurukan adalah satu-satunya jalan agar tidak terus-menerus terlarut dalam kesedihan akibat ulah orang kepercayaannya.

Karyawan Vilmei Sudah Tersangka

Vilmei vs karyawan diduga penilap uangVilmei vs karyawan diduga penilap uang Foto: Instagram @vilmei

Pelaku kini sudah berstatus tersangka. Kuasa hukum Vilmei, Josep Irianto, menyebut para karyawan itu memanfaatkan akses yang mereka miliki buat menggelapkan uang bosnya.

Joseph menyebut tiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Bekasi Kota pada 27 Agustus 2026. Dia memastikan kasus tersebut bukan rekayasa untuk kepentingan konten.

"Kasusnya Vilmei sekarang sudah menemukan titik terang, dan sudah menjawab pertanyaan netizen ya bahwa kita ini tidak settingan. Per tanggal 27 kemarin saja sudah ditetapkan tiga orang tersangka. Ya mungkin pengembangannya akan lebih banyak lagi dan kita melakukan semua ini dengan serius. Untuk masa depannya Vilmei juga biar selanjutnya nggak ada hal-hal seperti ini lagi yang merugikan dia," kata Joseph Irianto di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Identitas dan Modus Tersangka

Saat ditanya mengenai identitas tiga tersangka, Joseph menyebut mereka berinisial Z, A, dan L. Joseph menjelaskan dugaan penggelapan dilakukan dengan memanfaatkan akses terhadap akun TikTok Vilmei. Saldo TikTok tersebut diduga dikonversikan menjadi koin, kemudian diubah kembali menjadi gift.

Gift itu selanjutnya dikirimkan ke sejumlah akun palsu. Salah satu akun penerima disebut merupakan akun milik pacar salah satu pelaku.

"Kronologinya, jadi diduga digelapkan uang milik Vilmei dalam bentuk saldo TikTok, lalu di-convert ke koin. Setelah di-convert ke koin, di-convert lagi ke gift, dan dikasih ke akun-akun fake dan salah satunya adalah akun dari pacarnya orang yang melakukan ini," jelasnya.

Kasus tersebut terungkap setelah Vilmei tiba-tiba mengecek saldo TikTok miliknya. Menurut Joseph, Vilmei selama ini jarang memeriksa saldo secara detail.

"Pertama kali tahunya itu waktu hari Minggu, tiba-tiba nggak ada angin nggak ada hujan, Vilmei tiba-tiba mau mengecek saldo. Biasanya dia jarang banget ngecek. Dia paling kalau buka saldo hanya untuk jajan, untuk ya GoPay, Dana, dan sebagainya. Ternyata pas dicek kok nolnya banyak banget," ujar Joseph.

Vilmei kemudian mengecek riwayat transaksi dan menemukan adanya transaksi penukaran saldo menjadi gift yang dikirimkan ke sejumlah akun.

Vilmei vs karyawan diduga penilap uangVilmei vs karyawan diduga penilap uang Foto: Instagram @vilmei

"Miliar sama satu juta itu adalah dua hal yang sangat jauh nolnya gitu ya. Pas dicek ke bawah dari history, ternyata betul bahwa ditukarkan ke gift dan di-gift kepada kurang lebih 14 akun," sambungnya.

Joseph mengatakan aksi tersebut diduga telah berlangsung berulang kali selama sekitar satu tahun. Dugaan penggelapan bahkan disebut semakin besar pada bulan terakhir.

"Selama satu tahun. Selama satu tahun ini berulang, dan juga di bulan akhir ini ada penarikan yang besar, convert yang besar sekitar Rp 450 juta untuk bulan ini doang," ungkapnya.

Motif para tersangka juga mulai terungkap. Joseph mengatakan uang hasil dugaan penggelapan digunakan untuk membiayai gaya hidup, termasuk kebutuhan pacaran dan pesta.

Dugaan Penggelapan Lain oleh Tersangka

Selain dugaan penggelapan saldo TikTok, Joseph mengatakan pihaknya menemukan dugaan kerugian lain dalam bisnis Vilmei. Salah satunya terkait penjualan produk parfum. Produk yang seharusnya dijual sekitar Rp 250 ribu disebut pernah dijual dengan harga hanya Rp 6 ribu.

Saat ini, pihak manajemen Vilmei masih melakukan audit internal untuk mengetahui secara keseluruhan nilai kerugian yang ditimbulkan dari dugaan penggelapan tersebut.

(aay/mau)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO