The End of Oak Street: Dinosaurus Masuk Perumahan
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Di sebuah perumahan suburban di Amerika, sebuah keluarga sebentar lagi akan diuji oleh skenario yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Greg Platt (Ewan McGregor) adalah kepala keluarga yang kehilangan pekerjaannya.
Sekarang ia diam-diam menjadi pengantar pizza. Istrinya, Denise Platt (Anne Hathaway) membenci optimisme suaminya yang memuakkan. Denise menghabiskan waktunya untuk menulis novel tentang seorang istri yang ingin meninggalkan keluarganya.
Audrey (Maisy Stella), putri sulung mereka, terobsesi dengan Carl Sagan dan ingin kuliah di kampus bergengsi. Tapi mimpi itu terasa jauh mengingat rumah tangga kedua orang tuanya menuju perpisahan.
Dan yang terakhir, Brian (Christian Convery), punya masalah standar remaja: naksir tetangga dan menghindar dari bully.
Tanda-tanda keanehan sebenarnya sudah muncul. Tumbuhan aneh yang konon sudah punah tiba-tiba muncul di belakang rumah tetangga Denise. Saat malam tiba, cahaya putih seperti petir muncul dan mengganggu semua orang, termasuk Starbuck, anjing keluarga Platt.
The End of Oak Street (2026). Foto: Dok. Ist |
Sampai akhirnya hal mustahil terjadi: satu perumahan tiba-tiba pindah ke jaman dinosaurus. Keluarga Platt sekarang berusaha keras untuk bertahan hidup dari semua binatang yang sudah punah tersebut-yang tentu saja menganggap manusia sebagai makanan.
Review:
The End of Oak Street, film terbaru dari David Robert Mitchell, adalah sebuah hiburan musim panas yang sangat kita rindukan. Film ini original dari tulisan Mitchell sendiri. Durasinya sangat bersahabat-hanya 99 menit. Diperan-utamai oleh aktor terkenal Hollywood.
Premisnya sederhana tapi dieksekusi dengan baik. Singkatnya: ini adalah jenis film yang dulu Hollywood sering buat sebelum mereka terlalu terobsesi dengan intellectual property.
Baca juga: Deep Water: Berenang Dari Kejaran Hiu |
Kalau kamu kecewa dengan beberapa film Jurassic World yang dirilis beberapa tahun terakhir, bersiaplah untuk tertawa senang menyaksikan film ini. The End of Oak Street mungkin tidak memperlihatkan wujud sebenarnya di materi promosinya-baik dari poster maupun trailernya.
Tapi film ini sesungguhnya adalah homage terhadap Spielberg. Dari cara Mitchell menaruh karakter-karakternya di tengah suburban, sampai estetik 80-annya, semua meneriakkan nama Spielberg. Scoring yang dibuat oleh Michael Giacchino bahkan mungkin akan mengingatkanmu dengan film-film Spielberg era 80 dan 90-an.
Bersama sinematografer Michael Giolakis, Mitchell mempersembahkan film ini dengan sangat percaya diri. Ia tahu kapan menggoda penonton.
The End of Oak Street (2026). Foto: Dok. Ist |
Sebelum The End of Oak Street benar-benar menggila, Mitchell gemar sekali memainkan visual dengan bayangan sekelebat para dinosaurus.
Tidak hanya itu, ketika ia mengurung karakter utamanya untuk berdiskusi tentang situasi terbaru mereka, Mitchell dan Giolakis mempersembahkan shot menggunakan split diopter yang membuat suasana menjadi lebih tegang daripada seharusnya.
The End of Oak Street mungkin tidak menghadirkan adegan legendaris yang super menegangkan seperti adegan dapur di Jurassic Park yang pertama tapi film ini sama sekali tidak kekurangan amunisi untuk membuat penonton tegang.
Berbagai bentuk binatang purba siap meneror keluarga Platt. Dari yang kelihatannya standar sampai yang bentuknya seperti ular raksasa. Tidak hanya itu, Mitchell juga tahu bagaimana melepaskan rasa tegang dengan momen komedi yang membuat film ini terasa spesial. Jangan kaget kalau kamu akan menyaksikan adegan dinosaurus yang mungkin tidak akan pernah ditampilkan di franchise Jurassic World.
The End of Oak Street (2026). Foto: Dok. Ist |
Kalau ada yang kurang dari film ini mungkin adalah kedalaman ceritanya yang kurang dieksplor. Dinamika antara Denise dan Greg terasa lewat begitu saja dengan konklusi yang terlalu cepat.
Bisa dibilang penyelesaian masalah yang ada di film ini terasa terlalu cepat. Tapi hal tersebut sama sekali tidak mengurangi keseruan film ini. The End of Oak Street dari awal tahu bahwa ia hadir untuk membuat penonton bersenang-senang. Dan Mitchell lebih dari berhasil melakukan tugasnya itu.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



