Salman Rushdie Hadir Lagi di Ruang Sidang, Cerita Insiden Penikaman
Penulis pemenang penghargaan itu mengingat bagaimana insiden penikaman tersebut. Ia merasakan momen saat dagunya dipukul lalu darah mengalir dari lehernya.
"Saya berada di atas panggung, berbaring dengan genangan darah yang sangat besar di sekitar saya," kata Salman Rushdie saat bersaksi, seperti dilansir dari AP, Jumat (24/7/2026).
"Saya merasa itu adalah danau darah yang sangat besar dan luas," sambungnya lagi.
Juri pengadilan federal mengamati Rushdie dengan seksama saat bersaksi. Pada satu titik, ia melepas kacamatanya dan menunjukkan mata kanannya yang sekarang buta.
Terdakwa yang juga penikam dan pembunuhnya, Hadi Matar telah divonis bersalah atas tuduhan percobaan pembunuhan tingkat negara bagian dalam serangan yang terjadi pada Agustus 2022. Dalam acara sastra, ia berbicara soal kebebasan berekspresi kepada seniman dunia.
"Saya tidak bisa mengatakan apa ambisinya atau tujuannya, tetapi luka-luka itu tersebar di seluruh tubuh saya," Rushdie bersaksi.
Selama satu jam, ia duduk di kursi saksi dan menguraikan serangan tersebut. Ini kedua kalinya ia menceritakan peristiwa itu yang membuat mata kanannya buta, merusak hatinya, dan tangan kirinya lumpuh sementara waktu.
