Senja Teduh Pelita Jadi Judul Musikal, Ini Makna bagi Maliq & D'Essentials

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Jumpa pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya pada Rabu (3/6/2026).
Foto: Dok.Indonesia Kaya/ Image Dynamics
Jakarta - Lagu Senja Teduh Pelita dipilih tim Jakarta Movin dan grup musik Maliq & D'Essentials jadi judul musikal. Panggung musikal Senja Teduh Pelita siap menghibur para pencinta seni mulai 3-12 Juli di Graha Bhakti Budaya, kompleks TIM, Jakarta Pusat.

Bagi para personel Maliq, lagu itu punya momen mendalam dan dipilih dengan berbagai pertimbangan. Hal tersebut diungkap oleh Angga Puradiredja saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK).

"Bagi kita, ini lagu yang monumental. Karena ada satu tonggak penting dalam sejarah perjalanan Maliq. Lagu ini menyatukan kembali feel Maliq sejak pertama kali kami jalan sampai sekitar tahun 2019," kata Angga.

Menurut Angga, akhirnya Senja Teduh Pelita bisa menyatukan lagi feel Maliq seperti sedia kala. Gak cuma itu saja, lagu Maliq juga menyimpan kenangan emosional bagi Angga Cs, salah satunya saat manggung bareng Coldplay.

""Kedua, lagu ini juga punya banyak momen. Kami sempat ke Abbey Road waktu itu. Lalu kami juga pernah tampil bersama Coldplay dengan lagu ini. Jadi kami memang punya ikatan emosional dengan lagu ini," sambungnya.

"Sekarang perjalanan itu berlanjut ke drama musikal. Jadi kalau dari sisi sentimental, lagu ini memang spesial," tutur Angga.

Widi pun menambahkan, "Senja Teduh Pelita tuh mewakili semua sound, pesan, dan perasaan yang ingin kami sampaikan. Dari sisi lirik, musik, lagu ini paling tepat. Bahkan secara judul, kalau orang mendengar Senja Teduh Pelita, langsung mengaitkannya dengan Maliq," tegasnya.

Musikal Senja teduh Pelia mengadaptasi 20 lagu Maliq & D'Essentials jadi jalinan cerita yang unik. Di tengah situasi pascapandemi dan kehancuran, seorang anak bernama Arah (Alf Elijah Sigarlaki dan ⁠⁠ Daria Lakshmi Algamar) membentuk Pasukan Pelita, kelompok yang terdiri dari sembilan anak dengan kemampuan berbeda.

Bersama dengan Kala (Xandrea Abigail Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo) sang ahli sejarah dunia, Volta (Sahlendra Syarief) yang menguasai listrik dan mekanika, Lanit (Mavisha Reakana) sang pembaca bintang, Hara (Emily Olivia) ahli tumbuhan, Palu (Nayaka Maleakhi) yang mahir membangun, Raga (Nadindra Gynta) si pemanjat andal, Binbin (J. Rizhan) yang memahami hewan, dan Lagu (Annabella Farizky) yang peka terhadap musik dan suara, Arah memimpin sebuah perjalanan untuk mencari harapan baru bagi masa depan.


(tia/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO