Bos DC Studios Turun Tangan Bela Milly Alcock yang Ribut dengan Fans Supergirl
Alih-alih mereda, situasi kini berkembang menjadi perselisihan terbuka antara sang aktris dan sebagian basis penggemar, hingga membuat salah satu petinggi DC Studios, Peter Safran, harus turun tangan memberikan pembelaan.
Ketegangan ini bermula dari komentar awal Alcock dalam wawancaranya dengan Vanity Fair yang mengantisipasi adanya reaksi negatif dari penggemar pria terkait fandom pada karakter wanita favorit mereka.
Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari para penggemar. Banyak dari mereka merasa tersinggung dan menilai bahwa Alcock serta tim kampanye film Supergirl: Woman of Tomorrow sengaja menggiring opini sejak awal membingkai segala bentuk kritik masa depan terhadap film tersebut sebagai tindakan yang toxic bahkan sebelum filmnya dirilis.
Merespons amarah netizen, Alcock justru melipatgandakan argumennya dalam profil terbaru bersama Variety. Ia meluruskan bahwa dalam wawancara sebelumnya ia bahkan tidak spesifik menggunakan kata "pria", melainkan hanya menyebut "orang-orang" secara umum.
Menurut Alcock, reaksi kemarahan massal yang ia terima saat ini justru membuktikan bahwa poin yang ia sampaikan sebelumnya adalah benar.
Melihat situasi yang semakin memanas di media sosial, salah satu bos DC Studios, Peter Safran, langsung menghubungi Alcock secara pribadi untuk memberikan dukungan moral penuh.
"Saya meneleponnya dan hanya berkata, 'Kamu hebat! Kamu menghadapinya dengan sangat baik. Kamu tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Tetaplah jujur pada dirimu sendiri,'" ungkap Safran.
"Saya benar-benar berpikir dia menanganinya dengan baik. Saya juga menyarankan, jangan terlalu lama di dalam (komentar negatif) itu. Itu tidak akan pernah membuatmu merasa baik."
Langkah Safran ini menegaskan bahwa kepemimpinan tinggi DC Studios sepenuhnya sadar akan dinamika backlash ini dan memilih berdiri pasang badan di belakang aktris mereka.
Dengan keterlibatan Safran, isu ini kini bergeser dari sekadar wawancara seorang aktris menjadi pernyataan sikap resmi dari studio.
PR campaign untuk film Supergirl ini dinilai mulai berisiko karena terus-menerus berputar pada narasi melawan trolls, backlash, dan perilaku penggemar.
Bagi sebuah film pahlawan super baru yang masa depan box office-nya masih menjadi tanda tanya besar, strategi yang terkesan menyindir atau memojokkan kelompok calon penonton potensial dinilai sebagai langkah yang cukup berbahaya oleh para pengamat industri.
Meskipun narasi perlawanan ini mendapat dukungan positif dari media hiburan arus utama, strategi tersebut dinilai kurang efektif untuk menarik minat dan menjual tiket bioskop kepada para penggemar yang sejak awal sudah menaruh rasa skeptis.
(ass/tia)











































