Bintang Game of Thrones Alami Gangguan Jiwa Usai Ikut Aliran Wellness
Dalam buku tersebut, Hannah Murray membahas pengalaman mengerikan yang ia alami saat menghadapi gangguan kejiwaan tersebut.
"Mudah untuk berkata, 'Yah, itu tidak akan pernah terjadi padaku,' tetapi kita merugikan diri sendiri ketika mulai mengatakan itu, karena kita tidak tahu," kata Hannah Murray seperti diberitakan Page Six, dikutip pada Rabu (27/5/2026).
"(Saya) tidak menyangka akan mengalami hal-hal yang ada dalam buku itu," lanjutnya.
Awalnya, aktris asal Inggris itu merasa dirinya tidak mungkin mengalami gangguan psikotik karena latar belakang pendidikan dan kehidupannya yang dinilai stabil.
Namun kenyataannya berbeda. Murray akhirnya menyadari bahwa siapa pun bisa berada dalam situasi serupa.
"Saya kira saya tidak akan bisa, bahwa saya aman. Saya berpendidikan tinggi, berasal dari keluarga kelas menengah; semuanya seharusnya baik-baik saja," kata Hannah Murray.
"Saya berpikir, 'Saya pintar. Saya membuat pilihan yang baik.' Ternyata, saya membuat pilihan yang buruk. Tetapi penting untuk memahami mengapa orang melakukan hal-hal ini, daripada berpikir, 'Oh, mereka pasti idiot.' Atau, 'Seberapa bodohnya kamu?'" lanjutnya.
Gengs, Hannah Murray mengatakan dirinya pertama kali mengenal aliran wellness tersebut lewat seorang 'penyembuh energi' yang dikenalkan oleh pelatih pribadinya saat sedang syuting film Detroit.
Selama berada di lingkungan tersebut, Murray merasa ada suasana emosional dan psikologis yang sangat intens. Ia bahkan menggambarkan adanya energi erotis di ruangan meski tidak terjadi kontak fisik.
"Pengalaman saya sendiri terasa sangat erotis, tanpa ada kejadian fisik eksplisit apa pun. Hanya ada semacam energi yang terasa di ruangan itu. Saya rasa hal itu sering terjadi di organisasi spiritual yang hierarkis," kenang Hannah Murray.
"Saya merasa menarik bahwa tempat itu pada dasarnya didominasi perempuan, para guru, penyembuh, lalu seorang pria masuk dan dia sangat percaya diri dan karismatik," kata Murray.
"Hal pertama yang dia katakan adalah lelucon tentang seks. Dari energi yang cukup melayang, lembut, dan ragu-ragu itu, tiba-tiba berubah menjadi, 'Hei, aku di sini,' dan, 'Ayo bercinta.' Kurasa dia melakukannya dengan sengaja."
Hannah Murray juga mengaku sempat menghabiskan ribuan dolar demi mendapatkan kebijaksanaan dan keistimewaan dari kelompok tersebut. Namun situasinya justru memburuk hingga ia mengalami episode psikotis dan harus dirawat di unit psikiatri.
Setelah kejadian itu, Murray didiagnosis mengalami gangguan bipolar dan memilih menjauhi hal-hal yang berkaitan dengan industri kesehatan dan kebugaran tertentu.
Ia juga mengaku kini lebih memahami bagaimana praktik wellness bisa terasa sangat menggoda, terutama bagi orang-orang yang sedang berada dalam kondisi rapuh dan mencari solusi instan untuk hidup mereka.
"Tapi sekarang saya menyadari betapa meluasnya hal itu. Betapa seringnya orang yang tidak kau kenal menawarkannya sebagai obat," kata Hannah Murray.
"Anda berkata, 'Saya tidak benar-benar bisa tidur' lalu mereka bilang, 'Apakah kau sudah mencoba meditasi?'. Itu ada di mana-mana, dianggap sebagai solusi yang pada dasarnya positif," lanjutnya.
"Dan ada versi yang tidak berbahaya atau positif. Tetapi sebagai seseorang yang mencari sesuatu untuk memperbaiki saya sepenuhnya, tongkat ajaib atau solusi mujarab, janji itu terasa menggoda dan membuat ketagihan," tutup Murray.
(dar/dar)











































