9 Karya Sastra Klasik yang Wajib Dibaca Pencinta Buku

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Jane Austen
Foto: Istimewa
Jakarta - Detikers yang suka baca karya sastra klasik, berikut deretan buku yang wajib dibaca oleh pencinta buku. Karya di bawah ini juga berpengaruh terhadap sastra dunia karena punya kedalaman cerita dan kualitas penulisnya.

Berikut 9 karya sastra klasik di antaranya:

1. Pride and Prejudice - Jane Austen (1813)

Novel ini mengikuti kehidupan keluarga Bennet di pedesaan Inggris, khususnya Elizabeth Bennet, perempuan cerdas dan kritis yang menghadapi tekanan sosial soal pernikahan. Kehidupan mereka berubah ketika seorang bangsawan kaya bernama Mr. Bingley pindah ke daerah mereka bersama sahabatnya yang dingin dan sombong, Mr. Darcy.

Elizabeth awalnya membenci Darcy karena sikap angkuhnya, sementara Darcy diam-diam tertarik pada kecerdasan Elizabeth. Kesalahpahaman, gosip sosial, dan konflik keluarga membuat hubungan mereka rumit. Novel ini menggambarkan bagaimana prasangka dan kesombongan dapat menghalangi seseorang memahami orang lain secara jujur.

Selain kisah cinta, buku ini menyindir kelas sosial Inggris, tekanan terhadap perempuan untuk menikah demi keamanan ekonomi, dan pentingnya karakter dibanding status sosial.

2. Crime and Punishment - Fyodor Dostoevsky (1866)

Berkisah tentang Rodion Raskolnikov, mahasiswa miskin di St. Petersburg yang percaya bahwa manusia luar biasa berhak melanggar hukum demi tujuan besar. Dengan keyakinan itu, ia membunuh seorang rentenir tua yang dianggap tidak berguna bagi masyarakat.

Namun setelah pembunuhan terjadi, Raskolnikov tidak memperoleh kebebasan intelektual yang ia bayangkan. Ia justru dihantui rasa bersalah, paranoia, dan ketakutan. Keadaan mentalnya perlahan runtuh ketika polisi mulai menyelidiki kasus tersebut.

Di tengah penderitaannya, ia bertemu Sonia, perempuan miskin yang tetap mempertahankan iman dan belas kasih meski hidupnya tragis. Hubungan mereka menjadi inti moral novel ini. Buku ini mengeksplorasi rasa bersalah, moralitas, penebusan dosa, dan konflik batin manusia secara sangat mendalam.

3. 1984 - George Orwell (1949)

Novel distopia ini menggambarkan dunia totaliter bernama Oceania yang dipimpin oleh figur misterius "Big Brother." Pemerintah mengawasi seluruh kehidupan warga melalui teleskrin, mengontrol bahasa, sejarah, bahkan pikiran.

Tokoh utama, Winston Smith, bekerja mengubah catatan sejarah agar sesuai propaganda negara. Meski tampak patuh, ia diam-diam membenci sistem tersebut dan mulai mempertanyakan kebenaran yang dipaksakan negara.

Ketika Winston menjalin hubungan rahasia dengan Julia, ia mulai berharap ada kemungkinan melawan rezim. Namun negara memiliki kekuatan manipulasi psikologis yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar kekerasan fisik.

Novel ini terkenal karena konsep "doublethink," penghapusan sejarah, pengawasan massal, dan manipulasi bahasa. Hingga sekarang, buku ini tetap relevan dalam diskusi tentang kekuasaan dan kontrol informasi.

4. To Kill a Mockingbird - Harper Lee (1960)

Diceritakan dari sudut pandang Scout Finch, anak perempuan yang tumbuh di Alabama pada era segregasi rasial Amerika Serikat. Ayah Scout, Atticus Finch, adalah pengacara yang ditunjuk membela Tom Robinson, pria kulit hitam yang dituduh memperkosa perempuan kulit putih.

Kasus itu memunculkan kebencian dan prasangka masyarakat kota kecil mereka. Scout dan kakaknya, Jem, mulai memahami bahwa dunia orang dewasa dipenuhi ketidakadilan dan kemunafikan.

Di sisi lain, anak-anak itu juga penasaran pada tetangga misterius bernama Boo Radley, yang dianggap menakutkan oleh warga sekitar. Seiring cerita berkembang, mereka belajar tentang empati, keberanian moral, dan arti kemanusiaan.

Novel ini menjadi salah satu karya paling penting tentang rasisme dan moralitas dalam sastra Amerika.

5. The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald (1925)

Nick Carraway pindah ke Long Island dan bertetangga dengan Jay Gatsby, pria kaya misterius yang terkenal karena pesta mewahnya. Semua orang mengenal Gatsby, tetapi hampir tak seorang pun tahu masa lalunya.

Nick kemudian mengetahui bahwa Gatsby sebenarnya terobsesi pada Daisy Buchanan, cinta lamanya yang kini menikah dengan pria kaya bernama Tom Buchanan. Gatsby membangun kekayaannya demi merebut kembali masa lalu bersama Daisy.

Novel ini menggambarkan kehampaan "American Dream," kehidupan glamor penuh ilusi, dan kerusakan moral di balik kemewahan era 1920-an Amerika. Di balik pesta dan kemegahan, karakter-karakternya dipenuhi kesepian dan ketidakpuasan.

6. Les MisΓ©rables - Victor Hugo (1862)

Jean Valjean dipenjara selama bertahun-tahun hanya karena mencuri roti untuk keluarganya. Setelah bebas, ia sulit diterima masyarakat sampai seorang uskup menunjukkan kebaikan yang mengubah hidupnya.

Valjean kemudian berusaha menjadi manusia baik, tetapi terus diburu polisi fanatik bernama Javert yang percaya hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.

Di tengah pergolakan sosial Prancis, Valjean merawat Cosette, anak perempuan yatim yang hidup menderita. Novel ini mencakup kemiskinan, revolusi, cinta, pengorbanan, agama, dan keadilan sosial dalam skala epik.

Victor Hugo menampilkan pertanyaan besar: apakah manusia dapat berubah, dan apakah belas kasih lebih penting daripada hukum?

7. One Hundred Years of Solitude - Gabriel GarcΓ­a MΓ‘rquez (1967)

Novel realisme magis ini mengikuti tujuh generasi keluarga BuendΓ­a di kota fiktif Macondo. Pendiri keluarga, JosΓ© Arcadio BuendΓ­a, membangun kota itu dengan mimpi besar, tetapi keluarganya perlahan terjebak dalam siklus kesepian, obsesi, dan kehancuran.

Peristiwa-peristiwa ajaib terjadi seolah normal: hujan bertahun-tahun, hantu yang hidup berdampingan dengan manusia, hingga perempuan yang naik ke langit. Namun di balik unsur fantastis, novel ini menggambarkan sejarah Amerika Latin, kolonialisme, perang sipil, dan kesendirian manusia.

Buku ini terkenal karena gaya narasi puitis dan struktur keluarga yang kompleks.

8. Don Quixote - Miguel de Cervantes (1605-1615)

Seorang bangsawan tua bernama Alonso Quixano terlalu banyak membaca kisah ksatria hingga kehilangan kewarasan dan percaya dirinya adalah kesatria sejati bernama Don Quixote.

Bersama pelayannya yang realistis, Sancho Panza, ia melakukan petualangan absurd melawan "raksasa" yang sebenarnya kincir angin, membela kehormatan, dan mengejar idealisme romantis yang sudah tidak relevan dengan dunia nyata.

Di balik humornya, novel ini membahas benturan antara idealisme dan kenyataan, kekuatan imajinasi, serta perubahan zaman. Banyak kritikus menyebutnya novel modern pertama dalam sejarah sastra.

9. Anna Karenina - Leo Tolstoy (1878)

Anna Karenina adalah perempuan bangsawan Rusia yang menikah dengan pejabat pemerintah dingin dan formal. Ketika bertemu perwira muda bernama Count Vronsky, ia jatuh cinta dan memulai hubungan yang mengguncang hidupnya.

Masyarakat aristokrat Rusia menghukum Anna secara sosial, sementara kehidupan emosionalnya perlahan memburuk. Di sisi lain, novel juga mengikuti Levin, tuan tanah idealis yang mencari makna hidup, cinta, dan spiritualitas.

Tolstoy menggambarkan masyarakat Rusia dengan detail luar biasa: politik, pertanian, agama, keluarga, dan hubungan manusia. Novel ini terkenal karena kedalaman psikologis karakter-karakternya.


(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO