5 Fakta Chairil Anwar di Momen Hari Puisi Nasional

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Kisah Chairil Anwar akan diangkat ke layar lebar.
Foto: Instagram Falcon Pictures
Jakarta - Nama Chairil Anwar diabadikan sebagai peringatan bagi Hari Puisi Nasional. Sajak-sajak angkatan '45 itu gak lekang oleh zaman dan waktu.

Ini 5 fakta sosok di balik penetapan Hari Puisi Nasional, seperti dirangkum redaksi detikpop:

1. Pelopor Angkatan '45

Chairil Anwar juga merupakan salah satu pelopor Angkatan 1945, yaitu pencipta tren baru pemakaian kata yang terkesan lugas, solid, dan kuat dalam berpuisi.

Ia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin menjadi pelopor puisi modern di Indonesia. Chairil meninggal pada 28 April 1949 akibat TBC. Keabadian karyanya terbukti dalam penganugerahan penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award untuk kategori seniman sastra 2007, 58 tahun setelah ia meninggal.

2. 94 Karya

Sepanjang hidupnya, Chairil Anwar telah menghasilkan sekitar 94 karya. Di dalamnya terdapat 70 sajak, 4 saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahan.

Pelopor puisi modern Indonesia ini memiliki karya-karya yang selalu melegenda dan gagasan dari puisi-puisinya yang mendobrak semangat senantiasa melekat pada buku-buku pelajaran bahasa Indonesia.

3. Sajak Satu-satunya untuk Hapsah

Chairil Anwar dikenal dekat dengan banyak perempuan, namun hanya ada satu sajak yang secara khusus dituliskan untuk mantan istrinya, Hapsah. Hal itu terungkap oleh Hasan Aspahani yang menulis novel biografi Chairil.

Sajak itu ditemukan sang penulis saat melakukan riset di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin. Sajak berjudul 'Buat H' itu disebutnya sebagai sajak yang belum selesai.

Sajak yang menggunakan tulisan tangan tanpa mesin ketik dan memakai pensil itu, diakui Hasan, tidak terbit di mana-mana. Namun, sajaknya terdapat di dalam buku kerja Chairil.

Sajak berjudul 'Buat H' itu berisi, "Aku berada kembali di kamar, bersama buku seperti sebelum bersamamu dulu."

4. Kuasai 4 Bahasa

Chairil Anwar hanya sekolah sampai Sekolah Dasar (SD) saja. Tapi ia mampu menguasai empat bahasa yakni Jerman, Belanda, Inggris, dan Indonesia.

5. Meninggal Muda

Chairil Anwar pernah menikah dengan Hapsah Wiriaredja. Umur pernikahannya hanya seumur jagung, yakni dua tahun pada 6 Agustus 1946 hingga akhir tahun 1948 saja.

Bersama Hapsah, Chairil mempunyai satu orang anak perempuan bernama Evawani Alissa. Anaknya itulah yang mewarisi kekayaan hak cipta intelektual dan royalti atas karya-karya Chairil Anwar setelah meninggal.

Setelah bercerai, Chairil tak produktif berkarya lagi. Kondisi kesehatannya memburuk dan menurun drastis.

Chairil Anwar juga pernah meramal jika umurnya panjang, dia akan jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan namun jika umurnya pendek, pelajar-pelajar di sekolah bakal menabur bunga di makamnya.




(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO