Round Up

Lika-liku Sheila On 7 Hadapi Ego dan Duniawi

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Sheila on 7
Sheila On 7 Foto: Dok.Pingkan/ detikcom
Jakarta - Sheila On 7 baru banget merilis lagu baru, judulnya Sederhana. Sederhana muncul dari refleksi diri band ini yang emang dikenal dengan kesederhanaan mereka meski sudah mempunyai nama besar.

Mereka emang mencuri perhatian dengan sisi kehidupan personel yang sederhana. Duta, Eross, dan Adam menjalani kehidupan sehati-hari seperti warga biasa meski mereka punya embel-embel public figure.

Melihat Duta naik motor matic menjalani aktivitas sehari-harinya di Yogya, jadi bapak-bapak penjemput anak les, salat jumat bareng warga, sampai ngeronda jadi cerita yang gak aneh. Namun, mereka mengakui sebagai manusia juga pernah sangat tergiur dengan hal duniawi.

"Selera dan cara menjalani hidup kami bertiga ini mirip-mirip. Zaman awal album pasti ada keingina, pas ke Jakarta lihat artis-artis lain pembawaannya seperti apa. Tapi akhirnya belanja kita lebih ke kebutuhan," kata Duta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Contohnya, Eross gak loyal buat beli pakaian, tapi buat beli gitar harganya bisa bikin geleng-geleng kepala. Namun, Eross seperti itu karena kebutuhan sebagai gitaris.

Bersyukurnya mereka gak lama berada di fase itu. Kehidupan setiap orang gak bisa sama. Eross punya momen penting untuk membuat hidupnya sangat sederhana. Jadi, untuk hal lain selain gitar, Eross memilih untuk apa adanya aja.

"Manusia beda-beda, tapi saya tipikal orang yang harus ngerasain jatuh dulu baru tahu kalau jatuh itu sakit. Dulu beli barang cuma karena pengin, tapi gak kepakai itu pernah," aku Eross.

"Seiring berjalannya waktu, kalau keinginan datang lagi, saya lihat ke belakang. Saya bisa menulis tentang rasanya basah karena saya pernah jatuh ke sungai," ungkapnya.

Perjalanan Sheila On 7 juga pernah menghadapi soal ego dari masing-masing personel. Hal itu berefek pada karier mereka.

Seperti yang mereka alami pada 2004. Pada saat itu, Duta cs merilis album Pejantan Tangguh tepat saat usia Sheila On 7 menginjak 8 tahun.

Di situlah ego Sheila On 7 tinggi hingga mengesampingkan arahan label mereka, Sonny Music Indonesia. Album Pejantan Tangguh terbentu dari refrensi musik yang mereka dengarkan.

Merasa akan baik-baik saja Sheila On 7 memilih mengikuti keinginannya ketimbang arahan label, tapi berakhir pada penyesalan.

"Secara industri mungkin penjualannya kurang (album Pejantan Tangguh) dibanding album sebelumnya, tapi secara kepuasan musik kami sangat puas," kata Duta.

"Kami egois, gak mikirin pendengar," sambungnya.

Mereka kala itu masih berusia 24-25 tahun dengan ego yang sangat tinggi. Momen itu menjadi pelajaran buat mereka.

"Setelah itu baru kami belajar. 'Oh oke, referensi yang seperti ini bijak kalau dituangkan di album, yang itu mending gak usah'. Jadi buat musisi baru, belajarlah dari pengalaman," tutur Eross.




(pus/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO