Chicago The Musical Pentas Perdana di Jakarta, Buktikan Standar Internasional
Disutradarai oleh Aldafi Adnan yang juga jadi produser, pertunjukan kualitas triple threat dengan akting, vokal, dan tari yang solid, menjelaskan visi artistik yang jadi landasan produksi.
"Chicago The Musical bukan hanya sebagai musikal klasik yang penuh energi, humor, dan sensualitas. Tapi juga refleksi sosial yang terasa tajam, dan penuh permainan panggung. Kami ingin menyoroti absurditas dari dunia yang menjadikan sensasi sebagai komoditas," katanya dalam keterangan pers yang diterima detikpop, Jumat (10/4/2026).
Pentas ini diisi oleh performer berbakat Tanah Air, di antaranya Putri Indam Kamila (Roxie Hart), Galabby (Velma Kelly), dan Gusty Pratama (Billy Flynn).
Salah satu pemeran Velma Kelly, Galabby, cerita para pemain ditantang punya vokal agar tetap bersih dan bertenaga di tengah koreografi penuh.
"Gimana biar Chicago The Musical versi bahasa Indonesia ini lebih kena ke audiens, itu tantangannya. Gimana saya membawanya," kata Galabby.
Chicago The Musical Foto: Dok.Jakarta Art House |
Didukung oleh arahan musik Ivan Tangkulung serta koreografi oleh Hamada Abdool, Chicago The Musical tampil sebagai produksi yang matang secara artistik dan teknis.
"Chicago adalah musikal yang dance-heavy tapi para cast juga sambil nyanyi live. Sepanjang pertunjukan dipenuhi dengan koreografi berat. Gak ada jeda yang nyaman untuk performer. Set design juga grande, benar-benar seperti versi broadway," sambungnya.
Bagi mereka yang ingin memahami seberapa tinggi bar artistik yang dipasang dalam produksi ini, cukup mencermati scene-scene yang disebut Hamada Abdool sebagai paling menantang secara teknis. Contohnya saja dalam koreografi Cell Block Tango dan We Both Reached for the Gun.
"Koreografinya bercerita. Rumit, kompleks, ada banyak variabel yang terjadi bersamaan dialog, gerakan, nyanyian dari berbagai karakter. Semua harus presisi. Semua harus bermakna," ucap Hamada Abdool.
Lebih dari sekadar satu pertunjukan yang berlangsung selama lima hari, kehadiran Chicago The Musical di Jakarta menjadi preseden penting. Ia membuktikan bahwa karya-karya Broadway kelas dunia dapat dipentaskan secara penuh di Indonesia dengan lisensi resmi, talenta lokal, untuk penonton lokal, tanpa kompromi pada standar artistiknya.
Pencapaian ini membuka jalan bagi lebih banyak produksi serupa di masa mendatang, dan memperkuat kepercayaan diri industri teater musikal nasional untuk bermain di level yang sama dengan panggung-panggung terbaik dunia.
(tia/pus)












































