Sutradara Asghar Farhadi Desak Dunia Internasional Hentikan Pengeboman Iran

Asep Syaifullah
|
detikPop
CANNES, FRANCE - JULY 17: Asghar Farhadi, winner of the Grand Prix Ex-Aequo for A Hero, attends the closing ceremony press conference during the 74th annual Cannes Film Festival on July 17, 2021 in Cannes, France. (Photo by Kate Green/Getty Images)
Foto: Getty Images/Kate Green
Jakarta - Sutradara kenamaan peraih dua piala Oscar, Asghar Farhadi, memimpin sekelompok sineas dan tokoh budaya Iran dalam sebuah pernyataan publik yang keras guna mengecam rangkaian serangan udara dan pengeboman yang melanda negara tersebut.

Aksi kolektif ini merupakan bentuk protes terhadap eskalasi militer yang kian mengancam stabilitas kawasan dan keselamatan warga sipil.

Dalam pernyataan yang dirilis secara luas, Farhadi dan rekan-rekannya menegaskan bahwa konflik bersenjata ini telah mencapai titik yang membahayakan bukan hanya kedaulatan negara, tetapi juga hak mendasar manusia untuk hidup dalam rasa aman.

Farhadi, yang dikenal lewat karya-karya humanisnya seperti *A Separation* dan *The Salesman*, menyoroti dampak nyata dari penghancuran infrastruktur sipil.

Ia menyebut, serangan-serangan tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan politik apa pun.

Ia menambahkan, suara para seniman saat ini bukan lagi soal estetika film, melainkan kewajiban moral untuk mencegah tragedi kemanusiaan yang lebih besar.

Selain mengecam agresi tersebut, para sineas Iran juga melayangkan pesan kepada komunitas kreatif internasional. Termasuk para pembuat film di Hollywood dan Eropa, untuk tidak tetap membisu.

Mereka menuntut, adanya solidaritas global guna menekan pihak-pihak terkait agar segera menghentikan serangan udara.

Berikut pernyataan resminya:

"Saya menyerukan kepada para seniman dan pembuat film di seluruh dunia untuk menjadi penyambung lidah di hari-hari dan jam-jam yang kritis ini, melalui cara apa pun yang memungkinkan, guna menghentikan agresi destruktif yang kian menghancurkan infrastruktur sipil."

"Infrastruktur tersebut adalah milik rakyat Iran dan berkaitan erat dengan kebutuhan dasar hidup mereka sehari-hari. Penghancuran infrastruktur bukan sekadar penghancuran bangunan, melainkan sebuah serangan terhadap kehidupan dan martabat manusia.
Menyerang infrastruktur suatu negara adalah sebuah kejahatan perang."

"Terlepas dari keyakinan atau sikap apa pun, mari kita bersatu untuk menghentikan proses yang tidak manusiawi, ilegal, dan merusak ini."

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, melayangkan peringatan keras kepada pemerintah Amerika Serikat. Guterres menegaskan bahwa segala bentuk serangan yang menargetkan infrastruktur sipil merupakan pelanggaran berat dan dilarang secara tegas di bawah payung hukum internasional.

Ia mengingatkan, perlindungan terhadap fasilitas publik dan kehidupan masyarakat sipil adalah prinsip mutlak yang tidak dapat ditawar dalam hukum perang.


(ass/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO