Round Up

Langkah Sony Pictures Usai Spider-Man Universe Banyak yang Gagal

Asep Syaifullah
|
detikPop
Madame Web
Foto: dok Madame Web
Jakarta - Ada langkah baru yang diambil Sony Pictures mengenai film-film masa depan Marvel. Hal ini dikonfirmasi oleh CEO Sony Pictures, Tom Rothman.

Mereka akan melakukan reboot total terhadap Sony's Spider-Man Universe (SSU), jagat film yang selama ini berisi karakter-karakter pendukung Spider-Man namun tanpa kehadiran sang pahlawan utama.

1. Perombakan Total dengan Wajah Baru

Dalam sesi wawancara di Podcast The Town (via EW pada 25 Februari), Tom Rothman menjawab dengan tegas "ya" saat ditanya kemungkinan Sony akan menghidupkan kembali proyek-proyek spin-off ini dalam bentuk reboot yang segar.

Ia juga menekankan, langkah ini akan melibatkan "orang-orang baru" (pemeran dan tim kreatif baru), yang mengisyaratkan era pemeran sebelumnya kemungkinan besar sudah berakhir.

2. Akhir dari Era Morbius dan Madame Web

Keputusan ini diambil setelah beberapa film terakhirnya, seperti Morbius dan Madame Web, gagal total baik secara pendapatan maupun kritik.

Kegagalan Madame Web bahkan disebut-sebut sebagai titik balik yang membuat Sony sadar bahwa strategi mereka selama ini tidak berjalan. Dengan adanya reboot ini, hampir dipastikan tidak akan ada sekuel untuk film-film tersebut.

3. Fokus Tetap pada Tom Holland dan Animasi

Meskipun jagat spin-off (seperti Venom, Morbius, dll) dirombak, posisi Tom Holland sebagai Spider-Man utama di MCU tetap aman. Sony akan memfokuskan energi mereka pada:

Spider-Man: Brand New Day (Spider-Man 4): Film live-action terbaru Tom Holland yang dijadwalkan rilis Juli 2026.

Spider-Man: Beyond the Spider-Verse: Kelanjutan kisah animasi Miles Morales.

Proyek Animasi Venom: Kabarnya Sony juga sedang mengembangkan film animasi Venom yang terpisah dari versi live-action.

4. Mengapa Harus Reboot?

Setelah kesuksesan besar Venom (2018), Sony mencoba membangun semesta dengan karakter penjahat/anti-hero tanpa Spider-Man.

Namun, karena kualitas naskah dan eksekusi yang dianggap buruk oleh kritikus, penonton mulai kehilangan minat. Langkah reboot ini dianggap sebagai upaya Sony untuk "membersihkan papan tulis" dan membangun kembali kepercayaan penggemar Marvel.

Sony tidak menyerah dengan hak karakter Marvel yang mereka miliki, namun mereka mengakui bahwa formula lama telah gagal.

Ke depannya, penonton bisa mengharapkan pendekatan yang berbeda dan kemungkinan integrasi yang lebih matang dalam mengelola karakter-karakter ikonik di sekitar Peter Parker.




(wes/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO