Korban Kasus Pelecehan Seksual Mangaka Soichi Yamamoto Rilis Pernyataan
Tapi namanya kembali disebut karena laman ONE dari Shogakukan merilis lagi komiknya dengan nama samaran. Pembaca yang ngeh pun buat petisi dan meminta pertanggungjawaban penerbit.
Kini setelah dua pekan menuai kontroversi, korban merilis pernyataan terbuka. Dilansir dari Anime News Network, ia bilang memutuskan bicara karena ingin kebenaran diketahui publik.
"Saya ingin speak-up karena kejadian ini penting dan agar mendorong perubahan di industri manga tidak terjadi lagi," tulisnya.
Korban juga bilang peristiwa tersebut meninggalkan dampak besar pada kehidupannya. Ia bilang proses hukum dan perhatian publik terhadap kasus ini sangat berat secara emosional namun ia merasa perlu menyampaikan suaranya agar masyarakat memahami situasi yang sebenarnya terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian besar setelah terungkap Yamamoto sebelumnya telah dinyatakan bersalah atas pelecehan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun. Pengadilan di Sapporo kemudian memerintahkan Yamamoto untuk membayar sekitar 11 juta yen sebagai ganti rugi kepada korban.
Kontroversi semakin memanas karena setelah kasus tersebut, Yamamoto diketahui masih dapat bekerja di industri manga dengan menggunakan nama pena berbeda. Hal ini memicu kritik keras terhadap penerbit Shogakukan, yang dianggap gagal mencegah kembalinya pelaku ke industri.
Akibatnya, sejumlah mangaka dan pembaca menyuarakan kemarahan mereka. Beberapa kreator bahkan menarik karya mereka dari platform manga milik Shogakukan sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus tersebut.
(tia/wes)











































