Kusala Sastra Khatulistiwa Kembali Digelar Tahun Ini

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Kusala Sastra Khatulistiwa 2026
Foto: Istimewa
Jakarta - Kabar baik, bagi pencinta buku Tanah Air. Ajang penghargaan bergengsi Kusala Sastra Khatulistiwa kembali diselenggarakan tahun ini.

Sejak tahun 2014, penghargaan yang tadinya bernama Khatulistiwa Literary Award telah berganti nama jadi Kusala Sastra Khatulistiwa. Selama lebih dari dua dekade, penghargaan ini telah mengapresiasi karya-karya prosa dan puisi Indonesia.

Sepeninggal pendirinya Richard Oh pada 2022, keluarga dan kerabat mendirikan Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia di 2024. Yayasan ini meneruskan semangat sang sastrawan dan tetap membuat Kusala Sastra Khatulistiwa yang kini diketuai oleh Pratiwi Juliani.

Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa, Gema Mawardi, mengatakan penghargaan tetap digelar sebagai anugerah untuk karya sastra terbaik sepanjang tahun.

"Kusala Sastra Khatulistiwa diharapkan dapat memberi gambaran yang jernih dan jujur mengenai perkembangan sastra Indonesia dalam satu tahun penerbitan, sekaligus menjadi ruang apresiasi yang relevan bagi penulis, penerbit, dan pembaca," ujarnya dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (6/2/2026).

Metode tahun ini agak berbeda ketimbang sebelumnya. Kini, Kusala Sastra Khatulistiwa melibatkan komunitas- komunitas pembaca dan pembahas sastra untuk memperoleh rekomendasi awal mengenai karya-karya yang penting untuk dibaca dan dipertimbangkan.

Selain itu, pengumpulan karya dilakukan melalui dua mekanisme, yakni pengiriman buku oleh penulis dan penerbit, serta penambahan rekomendasi oleh dewan juri guna melengkapi cakupan bacaan. Saat ini kami telah menerima lebih dari 100 judul buku yang dikirimkan baik oleh penerbit maupun oleh penulis.

Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 menilai karya dalam tiga kategori, yaitu kumpulan cerpen, novel, dan kumpulan puisi, yang diterbitkan oleh penulis tunggal untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2025.

Penerbit maupun penulis dapat mengirimkan dua eksemplar dari setiap karya yang diajukan, paling lambat 28 Februari. Nantinya karya yang masuk bakal diseleksi oleh tiga kurator, Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria.


(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO