Kemenbud Dukung Karya Sastra Diterjemahkan ke Bahasa Asing, Ada 21 Buku

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Pembukaan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025
Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan menggelar program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni budaya. Salah satu programnya adalah Indonesia Rights Fair (IRF) Fellowship yang dihadirkan di Indonesia International Book Fair tahun ini.

Ada 22 penerbit dan agen naskah dari mancanegara yang diundang buat obrolin hak cipta buku Indonesia. Program yang dibuat agar karya-karya sastra Tanah Air bisa diterjemahkan ke bahasa asing.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, cerita penandatanganan dengan penerbit yang ceremony-nya digelar di panggung utama IIBF tahun ini, adalah salah satu program MTN.

"Kita berharap para penulis kita bisa mengeksplorasi atau mendistribusikan dan memasarkan buku-bukunya di pasar internasional dengan audiens yang lebih luas, juga di zaman sekarang ini yang paling penting," kata Menteri Fadli Zon di sela-sela pembukaan IIBF, Rabu (24/9).

Saat ini, pihak Kementerian Kebudayaan sedang menggodok agar 6 karya sastra klasik segera diterjemahkan ke bahasa asing.

"Buku klasik karya sastra sedang berjalan, ada buku-buku dari penulis kontemporer juga. Dua-duanya sedang berjalan," sambungnya.

Karya sastra klasik yang dimaksud Fadli Zon dari angkatan Balai Pustaka sampai Pujangga Baru. Di antaranya ada buku Surat Kertas Hijau karya Sitor Situmorang, Balada Orang-orang Tercinta karya WS Rendra, Azab dan Sengsara ciptaan Merari Siregar sampai kehilangan Mestika karya Hamidah.

Selain itu, novel Aliansi Monyet Putih karya Ramayda Akmal juga dicanangkan segera diterjemahkan ke bahasa asing. Ada juga Duri dan Kutuk karya Cicilia Oday yang baru saja dianugerahi Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, kumpulan cerpen Keluarga Oriente karya Armin Bell, novel Babad Kopi Parahyangan karya Evi Sri Rezeki hingga novel Burung Kayu ciptaan Niduparas Erlang.

Fadli Zon tegaskan buku-buku yang segera diterjemahkan itu adalah karya penting yang belum pernah diterjemahkan. "Kita coba dan mencetaknya kembali agar dikenal pembaca lebih luas lagi," pungkasnya.




(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO