Manuskrip Al-Qur'an Ditulis Pakai Tangan Selama 6 Tahun
Karya yang telah selesai itu terdiri dari 302 gulungan dua sisi, masing-masing berukuran panjang 4 meter dan lebar 1,5 meter. Lembaran itu menyerupai perkamen tebal, dibuat khusus dengan campuran bahan-bahan seperti telur, tepung maizena, dan tawas.
"Setiap kali saya memikirkan Al-Qur'an ini..., itu memberi saya perasaan yang sangat menyenangkan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa memberi saya kehidupan untuk dapat menyelesaikan hal ini dan melengkapinya," katanya dilansir dari AP, Senin (2/2/2026).
Selama ini, kaligrafi Islam dianggap sebagai salah satu tradisi seni paling berharga. Karya seni masih dilestarikan dan memperindah kitab suci agama Islam, yang juga menghiasi masjid, istana, dan manuskrip.
Di Turki, kaligrafi berkembang pesat selama era Ottoman ketika seni ini didukung oleh negara dan para kaligrafer mengembangkan gaya yang khas.
Saat ini, Istanbul dianggap sebagai pusat penting untuk seni kaligrafi.
Ali Zaman lahir di Ranya, sebuah kota di provinsi Sulaymaniyah di wilayah Kurdi atau semi-otonom utara Irak. Ia memindahkan keluarganya ke Istanbul pada tahun 2017 untuk mengejar proyek manuskrip Al-Qur'an dan mengasah keterampilan kaligrafinya.
Seni kaligrafi lebih dihargai di Turki ketimbang negara asalnya. "Seni kaligrafi sangat menarik bagi saya. Saya merasa dapat menemukan jiwa saya di dalamnya," ungkapnya.
Setiap lembar manuskrip tersebut semuanya ditulis tangan. Zaman mengatakan ia bekerja dari subuh hingga senja selama enam tahun di sebuah ruangan kecil yang disediakan untuknya di Masjid Mihrimah Sultan di Istanbul.
Manuskrip tersebut disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia, meskipun belum menerima pengakuan resmi tersebut. Menurut Guinness World Records, Al-Qur'an cetak terbesar dicapai oleh Museum Al-Qur'an di Makkah, Arab Saudi, pada Maret 2025.
(tia/pus)











































