3 Karya Terbaru Olafur Eliasson Mejeng di Museum MACAN
Tiga karya terbarunya yakni Complementary colour chart (2009), Your split second house (2010), dan Dusk to dawn, Bosporus (2024), sebagai bagian dari pameran Your Curious Journey. Secara eksklusif, karyanya dipamerkan di Indonesia sebagai bagian dalam perjalanan pameran tur.
Dalam keterangan pers yang diterima detikpop, tiga karya tersebut jadi pembeda edisi Jakarta dengan tur yang sebelumnya digelar di Asia Pasifik. Olafur Eliasson yang menggelar pameran tiga dekadenya itu bilang kalau pameran seninya ibarat sebuah perjalanan.
"Kamu pun punya perjalanan, entah kemarin, tadi malam atau tadi pagi kamu baru memutuskan untuk ke museum MACAN itu juga perjalanan. Pameran saya yang digelar di Taipei, Singapura, Auckland, dan itu juga journey dan bermula dari studio kecil saja di Berlin," katanya saat jumpa pers di Museum MACAN, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (28/11/2025).
Dia pun ngajak pencinta seni agar menyelami berbagai karya yang ditampilkan. Tanpa eling-eling konsep yang berat, Olafur juga bilang dalam salah satu seri karya Shadow House, ngajak buat main-main sama warna dan cahaya.
Menyelami Karya Seni Olafur Eliasson di Museum MACAN Jakarta Foto: Dok.Olafur Eliasson/ Museum MACAN |
"Partisipasi audiensi itu sangat penting buat engage, tentu saja saya belajar fenomologi, sebab-akibat, dan konsekuensi melakukan sesuatu. Saya ingin kalian yang datang ke sini merasa engaged (terhubung)," tukasnya.
Melalui cahaya, warna, serta perubahan persepsi, karya-karya tersebut mengajak kita untuk melambat, memperhatikan perubahan-perubahan halus, dan mengalami waktu serta ruang dengan cara yang berbeda.
Olafur Eliasson dikenal luas atas karya-karyanya yang mengeksplorasi cara kita memahami lingkungan sekitar. Sejak 1997, ia telah memamerkan karyanya di museum-museum besar serta ruang publik di seluruh dunia.
Instalasinya mengubah hal-hal tak berwujud menjadi pengalaman inderawi, yang menajamkan kesadaran terhadap ruang, cahaya, dan gerak. Melampaui estetika yang memikat, praktiknya terhubung erat dengan audiens kontemporer melalui komitmen berkelanjutan terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.
(tia/dar)












































