Sindir Budaya Nonton Sambil Main HP, Matt Damon Bongkar Dapur Netflix
Nah, kalau kamu merasa tersindir, tenang... kamu nggak sendirian. Bahkan, raksasa streaming sekelas Netflix sudah tahu banget kebiasaan buruk kita ini.
Aktor legendaris Matt Damon baru-baru ini blak-blakan soal betapa "berbedanya" cara kerja produksi film original Netflix dibanding film layar lebar tradisional.
Dalam wawancara di Joe Rogan Experience (via Variety pada 18 Januari) terkait film terbarunya di Netflix yakni The Rip, Damon mengungkapkan kalau layanan OTT itu punya aturan main yang bikin dahi para pembuat film berkerut.
Salah satu rahasia dapur yang dibongkar Damon adalah soal repetisi dialog. Kalau kamu merasa karakter di film-film Netflix sering banget mengulang-ulang rencana atau penjelasan mereka, itu bukan karena penulis naskahnya malas, tapi itu by design.
Damon menjelaskan kalau Netflix secara eksplisit meminta poin-poin penting dalam cerita dijelaskan berkali-kali lewat dialog. Kenapa? Karena mereka tahu penontonnya sering distracted.
"Mereka ingin plotnya disebut sampai tiga atau empat kali lewat dialog, karena mereka sadar orang-orang biasanya nonton sambil main HP," ujar Damon dengan nada setengah bercanda tapi serius.
Jadi, kalau kamu sempat meleng selama 5 menit buat balas WhatsApp, begitu kamu nengok ke TV lagi, karakternya bakal "ngingetin" lagi apa yang sebenarnya lagi terjadi.
Praktis, sih, tapi buat para purist film, ini dianggap merusak estetika cerita.
Nggak cuma soal dialog yang diulang, Netflix juga sangat ketat soal pacing. Kalau di bioskop kita sudah "terjebak" di kursi dan pasti menonton sampai habis, di aplikasi streaming, kita punya kuasa penuh buat mematikan film kalau 10 menit awal terasa membosankan.
Untuk mengakali ini, Damon bilang kalau sekarang ada tuntutan untuk menaruh adegan aksi atau drama besar di 5 menit pertama.
"Dulu, film aksi itu dibangun pelan-pelan menuju klimaks di akhir. Sekarang? Mereka minta satu adegan ledakan besar di awal banget supaya penonton nggak nge-klik tombol 'back'," tambahnya.
Kritik Matt Damon ini sebenarnya menyentuh masalah yang lebih dalam di industri kreatif. Dalam dunia film, ada aturan emas bernama "Show, Don't Tell"-artinya, tunjukkan perasaan atau alur cerita lewat visual dan akting, bukan cuma lewat omongan.
Tapi demi memanjakan penonton yang punya attention span pendek, aturan emas ini seolah mulai luntur. Kita dipaksa buat "disuapi" informasi terus-menerus supaya nggak bingung saat mata kita pindah dari layar TV ke layar HP.
Gimana menurut kamu? Apa kamu termasuk tim yang senang karena ceritanya jadi gampang diikuti, atau justru merasa terganggu karena film jadi terasa "berisik" dan nggak artistik lagi?
(ass/nu2)











































