Akhirnya, Lex Luthor (Hampir) Menghabisi Superman

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film Superman.
Foto: Dok. Warner Bros
Jakarta - Selama puluhan tahun, pertarungan antara Lex Luthor dan Superman selalu berakhir dengan pola yang sama. Sang jenius botak mengandalkan teknologi canggih atau Kryptonite hijau, sementara Superman selalu menemukan cara untuk bertahan dan menang.

Namun pola itu akhirnya runtuh. Dalam komik terbaru DC K.O. #3, Lex Luthor membuktikan mengapa ia dianggap sebagai manusia paling berbahaya di Bumi.

Kali ini, ia tak lagi sekadar ingin melemahkan Superman. Luthor menemukan cara yang jauh lebih kejam: mengubah kekuatan Kryptonian menjadi kutukan yang mengerikan.

Kisah ini berlatar sebuah turnamen antar-dimensi brutal, di mana para pahlawan dan penjahat DC dipaksa bertarung sampai mati demi memperebutkan kekuatanDarkseid.

Lex Luthor dan SupergirlLex Luthor dan Supergirl Foto: Dok. DC/Javier Hernandez

Memasuki babak ketiga, aturan turnamen memperbolehkan petarung yang tersisa membangkitkan dan memilih pasangan dari mereka yang telah gugur.

Di sinilah Lex Luthor membuat keputusan mengejutkan. Alih-alih memilih sekutu penjahat, ia justru membangkitkan Supergirl, Kara Zor-El. Banyak yang mengira ini langkah nekat, mengingat kebencian Kara terhadap Luthor.

Namun sejak awal, Luthor memang tidak berniat bekerja sama. Ia membutuhkan subjek eksperimen.

Luthor kemudian memperkenalkan senjata terbarunya: Designer K. Ini bukan Kryptonite alami. Melalui riset bertahun-tahun, Luthor menciptakan Kryptonite sintetis yang menggabungkan struktur molekul dari berbagai varian Kryptonite yang pernah ada.

Efek Designer K jauh lebih sadis daripada Kryptonite hijau. Supergirl tidak kehilangan kekuatannya. Justru sebaliknya. Sel-sel Kryptonian dalam tubuhnya dipaksa bereaksi ekstrem hingga menimbulkan:
β€’ Mutasi fisik mengerikan, membuat tubuh Kara membengkak menjadi sosok raksasa yang nyaris tak lagi menyerupai manusia
β€’ Hilangnya kesadaran dan moral, digantikan naluri predator yang haus darah
β€’ Lonjakan kekuatan tak terkendali, menjadikannya senjata pemusnah massal

Lex Luthor dan SupergirlLex Luthor dan Supergirl Foto: Dok. DC/Javier Hernandez

Di bawah kendali Luthor, Supergirl yang telah bermutasi menyerang rekan-rekan pahlawannya sendiri. Hawkman dan Aquaman dibantai tanpa perlawanan berarti. Kemenangan brutal itu mengantarkan Luthor melaju ke babak final turnamen.

Bagi Superman, ini adalah kekalahan paling menyakitkan. Ia hanya bisa menyaksikan lewat layar kosmik bagaimana sepupunya disiksa, diubah menjadi monster, dan diperalat sebagai budak oleh musuh bebuyutannya.

Lex Luthor akhirnya membuktikan teorinya. Untuk mengalahkan "dewa", ia tak perlu membunuh mereka. Cukup dengan merusak esensi biologis dan kemanusiaan mereka.

Dengan suksesnya uji coba Designer K, peta kekuatan di semesta DC berubah drastis. Luthor kini memegang kunci untuk mengubah setiap Kryptonian menjadi monster tak terkendali. Jika ia bisa melakukan ini pada Supergirl, maka tinggal menunggu waktu sebelum taktik yang sama diterapkan pada Superman.

Kemenangan Luthor di babak ini bukan sekadar soal turnamen. Ini adalah deklarasi perang. Bahwa kecerdasan manusia yang jahat akhirnya menemukan cara untuk menghancurkan harapan yang selama ini dibawa simbol "S" di dada Superman.


(ass/nu2)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO