Museum Nasional Indonesia Siapkan Pelayanan Optimal hingga Imersif Terbaru

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meresmikan pameran β€œSejarah Awal” di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (17/12/2025). Museum dan Cagar Budaya (MCB) secara resmi membuka pameran β€œSejarah Awal” yang menjadi penanda penting dalam penyampaian sejarah awal Nusantara
Pameran Sejarah Awal di Museum Nasional Indonesia (MNI). Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta - Di tengah pro dan kontra harga tiket Museum Nasional Indonesia (MNI) yang naik dua kali lipat jadi Rp 50 ribu, pihaknya menyiapkan pelayanan lebih optimal lagi. Tak hanya itu saja, ada juga tambahan pameran Sejarah Awal yang diyakini bakal menarik pengunjung museum.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, ketika dihubungi redaksi detikcom pada Rabu (31/12/12).

"Karena sistem BLU kan public service dengan bisnis mindset, kita utamakan layanannya. Di 2026, punya pameran Sejarah Awal, kembalinya Java Man fosil tertua yang berusia 1 juta tahun koleksi Eugene Dubois dari Trinil, yang sudah ada 1 abad lebih di Leiden, Belanda," katanya.

Pihak MCB yang menaungi Museum Nasional Indonesia sudah menyiapkan pameran dan narasi sejarah peradaban agar punya fasilitas yang sama seperti di Leiden. MNI menyiapkan tata pamer, lighting, agar gak ada keraguan lagi dari tim Belanda.

"Kemarin baru ada 4 temuan yang dikembalikan, nanti sisanya lebih dari 28 ribu koleksi saya rasa di semester pertama tahun 2026 akan datang 4 sampai 6 kontainer via laut. Kita siapkan storage di Museum Nasional atau TMII, kita sedang menyiapkan itu juga," ungkap Esti.

Selain itu, MCB juga siapkan ruang imersifA dengan konsep terbaik mulai tahun ini. Dari sisi pelayanan dan kenyamanan, berbagai hal sudah disiapkan.

Pintu masuk yang ada di gedung A juga dipindahkan ke Majapahit Hall dan sudah dilakukan sejak 2 tahun yang lalu. "Anak sekolah berbis-bis tadinya di luar gedung gak jelas menunggu, sekarang tempatnya lebih enak. Ber-AC, kantin pun juga ruang non-tiket. Perubahan besar juga bakal ada masjid," tegasnya lagi.

Esti Nurjadin juga memahami akan pro dan kontra dari pencinta museum Tanah Air. Ia menduga pengunjung yang berkomentar mungkin saja belum melihat MNI di masa kini, yang saat itu masih banyak ruang tata pamer yang ditutup.

"Mungkin waktu MNI kemarin sedang persiapan menuju perubahan ini. Pas dateng, masih ditutup. Belum lihat Java Man, atau ruang pamer satu lagi ditutup. Kebayang sih, akan komentar mau naik harga tapi justru mengumumkan itu sudah ada pameran baru dari 18 Desember. Pelan-pelan perubahan ini berjalan juga," katanya.




(tia/pus)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO