Jamie Lee Curtis Bersyukur Gak Diizinkan Audisi The Exorcist
Ternyata, jauh sebelum ia melawan Michael Myers, Jamie Lee Curtis muda nyaris memerankan salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah film horor: Regan MacNeil dalam film The Exorcist (1973).
Dalam pengakuannya, Jamie, menceritakan momen ketika berusia 13 tahun harus berhadapan dengan sutradara legendaris William Friedkin. Audisi tersebut bukan sekadar ujian bakat, melainkan sebuah konfrontasi emosional dengan identitas keluarganya sendiri.
Pada 1971, saat produksi The Exorcist dimulai, Jamie Lee Curtis ikut serta dalam pencarian pemeran untuk karakter Regan (yang akhirnya jatuh ke tangan Linda Blair). Namun, Jamie mengungkapkan, proses audisi tersebut terasa sangat janggal karena, Friedkin tampak lebih tertarik pada sosok ibunya, Janet Leigh, bintang film Psycho yang terkenal dengan adegan kamar mandinya.
Jamie merasa bahwa kehadirannya di ruang audisi bukan hanya sebagai aktris potensial, melainkan sebagai "perpanjangan" dari warisan horor ibunya.
"Saya berusia 13 tahun ketika saya melakukan audisi untuk William Friedkin untuk peran Regan di 'The Exorcist'. Saya ingat duduk di kantornya yang gelap, dan dia tidak banyak bertanya tentang saya. Dia justru terus bertanya tentang ibu saya, Janet Leigh."
Cuplikan adegan Linda Blair dan Ellen Burstyn dalam film The Exorcist (1973). Foto: Dok. Ist |
"Dia (Friedkin) seolah-olah sedang mencari 'esensi' dari ketakutan yang dimiliki Janet Leigh di dalam diri saya. Saya merasa seperti sebuah spesimen di bawah mikroskop. Saya ingin menjadi diri saya sendiri, tetapi industri ini hanya melihat saya sebagai 'putri dari perempuan di film Psycho'."
Sang ibu pun, memilih untuk melindungi putrinya itu dan menjaganya dari stardom serta trauma lainnya yang mungkin saja muncul dari kesuksesan film tersebut. Dan memilih untuk menolak tawaran tersebut.
"Saya tidak mendapatkan peran itu, dan sejujurnya, itu adalah berkah yang terselubung. Saya tidak yakin mental saya di usia 13 tahun sanggup menghadapi kegelapan yang dituntut oleh film tersebut. Namun, momen itu mengajarkan saya bahwa di Hollywood, namamu adalah sebuah beban sekaligus pintu masuk."
Kegagalan di The Exorcist tidak menghentikan Jamie. Justru, ia merasa hal itu membentuk jalannya sendiri. Ia menyadari bahwa jika ia mendapatkan peran Regan, ia mungkin akan hancur oleh ekspektasi publik.
Beberapa tahun kemudian, ia mendapatkan peran Laurie Strode di Halloween. Meskipun ia tetap berada di genre horor seperti ibunya, ia berhasil menciptakan versinya sendiri-bukan lagi sebagai korban yang berteriak (seperti ibunya di Psycho), melainkan sebagai sosok yang melawan balik.
"Ibu saya menyerahkan obor (ikon film horor) itu kepada saya tanpa ia sadari. Audisi 'The Exorcist' itu adalah pertama kalinya saya menyadari bahwa saya akan selalu dikaitkan dengan rasa takut. Tapi saya memilih untuk tidak hanya berteriak; saya memilih untuk bertahan hidup."
Kisah ini menjadi sangat menarik karena, menunjukkan sisi manusiawi dari industri perfilman Hollywood pada masa itu. Bagaimana seorang anak remaja, harus memikul beban reputasi orang tuanya bahkan sebelum kariernya dimulai. Ini juga menambah lapisan baru pada sejarah film The Exorcist yang memang dikenal memiliki proses produksi yang penuh drama dan "terkutuk."
Kini, setelah puluhan tahun berlalu dan setelah memenangkan Oscar, Jamie Lee Curtis bisa melihat kembali audisi yang gagal tersebut dengan senyuman, menyadari bahwa setiap penolakan adalah langkah menuju kesuksesan yang lebih besar sesuai jalurnya sendiri.
(ass/wes)












































