Brigitte Bardot Meninggal Dunia: Ikon Kebebasan Perempuan di Sinema Perancis

Asep Syaifullah
|
detikPop
Brigette Bardot dalam film Contempt (1963)
Foto: Dok. Lionsgate
Jakarta - Kematian Brigitte Bardot di usia 91 tahun menandai berakhirnya sebuah era bagi sinema dunia. Melalui kolom penghormatan terbaru di Variety, dunia diingatkan kembali bahwa Bardot bukan sekadar aktris cantik; ia adalah revolusi budaya dalam wujud manusia.

Di tengah ketatnya norma sosial tahun 1950-an, ia muncul sebagai sosok yang menghancurkan batasan-batasan tentang bagaimana seorang perempuan seharusnya bersikap.

Sejak debutnya yang menghebohkan dalam And God Created Woman (1956), Bardot segera menjadi simbol "pembebasan" yang provokatif.

Ia tidak mengikuti standar kecantikan Hollywood yang kaku dan penuh polesan; ia tampil alami, dengan rambut berantakan dan kaki telanjang, membawa aura kebebasan khas Perancis ke panggung global.

Dalam artikel Variety, ditekankan kekuatan utama Bardot terletak pada kemandiriannya yang mutlak:

"Bardot tidak memerankan seorang dewi; ia memerankan seorang perempuan yang sangat menyadari kekuatannya sendiri, namun tetap tampak tidak peduli dengan pandangan dunia terhadapnya. Dia adalah personifikasi dari pembebasan sebelum istilah itu sendiri menjadi arus utama."

Lahir dengan nama Brigitte Anne-Marie Bardot pada 28 September 1934 di Paris, perjalanannya dimulai dari dunia yang sangat disiplin. Ia awalnya adalah seorang penari balet berbakat sebelum beralih ke dunia modeling pada usia 15 tahun, menjadi model sampul majalah Elle.

Brigette Bardot dalam film Plucking the Daisy (1956)Brigette Bardot dalam film Plucking the Daisy (1956) Foto: Dok. Ist

Setelah ditemukan oleh sutradara Roger Vadim (yang kemudian menjadi suami pertamanya), Bardot membintangi puluhan film yang menjadikannya komoditas ekspor budaya Prancis paling berharga setelah mobil Renault.

Di tengah popularitas yang luar biasa, Bardot membuat keputusan mengejutkan dengan pensiun dari dunia akting pada tahun 1973, tepat sebelum usianya menginjak 40 tahun. Ia memilih menjauh dari gemerlap lampu sorot demi ketenangan hidup.

Setelah meninggalkan dunia film, ia mendedikasikan sisa hidupnya melalui Brigitte Bardot Foundation untuk perlindungan hewan. Bagi banyak orang, langkah ini mempertegas kutipan dalam artikel tersebut.

"Melalui B.B., feminitas bukan lagi tentang kepatuhan, melainkan tentang kepemilikan penuh atas diri sendiri. Ia membuktikan bahwa kecantikan bukanlah penjara, melainkan alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar."

Meskipun dalam tahun-tahun terakhirnya ia sering menuai kontroversi karena pandangan politiknya, dunia tetap mengenangnya sebagai sosok yang berani berkata "tidak" pada tuntutan industri dan memilih jalannya sendiri.

Bardot ditemukan tak bernyawa di kediamannya di Perancis Selatan. Tak ada penjelasan soal waktu dan penyebab kematian yang pasti hingga saat ini, hanya diketahui ia sudah dirawat di rumah sakit sejak November.

Presiden Emmanuel Macron mengumumkan duka atas kepergian sosok legendaris di dunia seni itu.

"Filmnya, suaranya, kemuliaannya yang mempesona, inisialnya, kesedihannya, kecintaannya yang tulus pada hewan, wajahnya yang menjadi Marianne, Brigitte Bardot mewujudkan kehidupan yang bebas. Kehidupan Perancis, kecemerlangan universal. Dia menyentuh hati kita. Kita berduka atas kepergian seorang legenda abad ini."


(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO