Pernah ngerasa udah move on, tapi ternyata hati masih nyangkut di masa lalu? Tenang, kamu nggak sendirian.
Menurut penulis, kreator konten, dan pegiat kesehatan mental Astrellita Trisnawati Wijaya, kuncinya bukan pura-pura baik-baik saja. Tapi berani mengenali apa yang sebenarnya dirasakan.
Hal itu disampaikan Astrellita saat menjadi speaker di segmen talkshow event di Teras Kota BSD, Tangerang. Ia mengangkat tema Sehat Mental Siap Berdampak.
"Generasi muda yang kuat dimulai dari diri sendiri. Membangun generasi muda yang sehat secara mental harus dimulai dari kesadaran mengenali diri sendiri, dan usia tidak selalu menjadi ukuran kedewasaan seseorang," ungkapnya.
Menurut dia, jiwa muda nggak cuma soal angka umur tapi juga pola pikir, rasa ingin tahu, kemampuan beradaptasi, dan mau terus belajar. Soal mental yang sehat, ia menegaskan itu nggak ditentukan penampilan, barang mahal, atau simbol kemewahan. Aura positif justru terlihat dari cara berpikir, berbicara, bersikap, dan mengelola emosi.
Peraih penghargaan Most Inspiring Womenpreneur 2025 itu mengingatkan bahwa berdamai dengan diri sendiri butuh komitmen. Nggak cukup cuma bilang 'pengin berubah', tapi harus ada aksi nyata.
"Kalau memang ingin move on, harus ada kemauan dan tekad. Kita perlu meng-upgrade diri dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya.
Tapi prosesnya nggak harus instan. Sedih itu boleh, asal nggak terjebak terus sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Menghindar atau pura-pura nggak merasakan apa pun juga bukan selalu solusi.
"Kita harus berani duduk bersama luka itu," lanjut dia.
Di sesi yang sama dia juga berbagi prosesnya saat konseling. Astrellita menggunakan pendekatan yang menurut dia paling berhasil sejauh ini: mendengarkan.
Menurutnya, orang harus merasa aman dan nyaman sebelum terbuka. Dia juga salah satu yang meyakini bahwa seseorang gak bisa dipaksa bercerita kalau belum siap.
Astrellita dikenal sebagai Mental Health Educator, author, speaker, sekaligus praktisi konseling, coaching, dan hipnoterapi. Ia juga menulis buku Nandikara Arutala Dan Seni Berdamai Dengan Diri Sendiri.
Pesannya yang ingin disampaikannya: sehat mental bukan berarti nggak pernah sedih, kecewa, atau tersinggung, tapi paham perasaan sendiri, menerima keadaan, dan terus bertumbuh.
(aay/mau)