Sylvester Stallone, salah satu aktor yang dekat dengan Donald Trump, menolak tawaran Presiden AS itu buat jadi Duta Khusus Hollywood. Dia mengurai alasannya.
Dalam sebuah wawancara dilansir The Sunday Times, pemeran Rocky itu mengaku peran yang ditawarkan kepadanya itu mustahil buat dijalankan. Alasannya karena sistem Hollywood terlalu kompleks.
"Saya kaget dan berpikir, 'Apa? Benarkah?' Jika mereka bertanya kepada saya sejak awal, saya pasti langsung menolaknya karena hal itu tidak mungkin dilakukan," ujar Stallone.
Dalam penjelasannya, aktor 80 tahun itu bilang kalau kompleksitas Hollywood menjadi dinding paling keras buat penunjukan seperti yang digagas Trump.
Apalagi faktanya saat ini Hollywood terdiri dari berbagai studio besar yang memiliki independensi dan aturan bisnis masing-masing. Korporasi Hollywood punya dinamika perkembangan independen, para eksekutif studio besar juga ogah mendengar masukan dari luar soal finansial atau operasional.
"Hollywood itu seperti kerajaan-kerajaan kecil. Anda tidak bisa begitu saja datang dan mengatur bagaimana enam studio besar harus menjalankan bisnisnya," jelasnya.
Stallone tahu soal penunjukan ini lewat sebuah tayangan TV. Di situ disebutkan dirinya mengisi posisi bersama Mel Gibson dan Jon Voight.
Mendengar hal ini, dia makin bingung. Apalagi karena dua aktor tersebut terbiasa bekerja secara mandiri. So, apa yang ditawaran Trump menurutnya gak akan efektif.
"Saya mengucapkan terima kasih dan ciao, karena tugas itu benar-benar mustahil untuk dilakukan," pungkasnya.
(aay/pus)