Diminta Trump Jadi Duta Khusus, Sylvester Stallone: Makasih, Ciao!

Asep Syaifullah
|
detikPop
BEVERLY HILLS, CA - FEBRUARY 08:  Actor Sylvester Stallone attends the 88th Annual Academy Awards nominee luncheon on February 8, 2016 in Beverly Hills, California.  (Photo by Kevin Winter/Getty Images)
Foto: Kevin Winter/Getty Images
Jakarta - Aktor kenamaan Hollywood, Sylvester Stallone, mengungkapkan alasannya menolak tawaran untuk menjadi "duta khusus" Hollywood yang digagas oleh Presiden Donald Trump.

Bintang film Rocky tersebut mengaku bahwa peran itu tidak mungkin dapat ia jalankan.

Stallone menceritakan bahwa ia pertama kali mengetahui penunjukan dirinya bukan dari pemberitahuan resmi, melainkan saat menyaksikan tayangan televisi.

Dalam acara tersebut, namanya disebut bersama aktor senior lainnya, seperti Mel Gibson dan Jon Voight, untuk mengisi posisi tersebut.

"Saya kaget dan berpikir, 'Apa? Benarkah?' Jika mereka bertanya kepada saya sejak awal, saya pasti langsung menolaknya karena hal itu tidak mungkin dilakukan," ujar Stallone dalam wawancaranya bersama The Sunday Times.

Menurut Stallone, struktur industri film di Hollywood terlalu kompleks untuk diatur oleh penunjukan semacam itu.

Hollywood terdiri dari berbagai studio besar yang memiliki independensi dan aturan bisnis masing-masing.

"Hollywood itu seperti kerajaan-kerajaan kecil. Anda tidak bisa begitu saja datang dan mengatur bagaimana enam studio besar harus menjalankan bisnisnya," jelas aktor berusia 80 tahun tersebut.

Ia menambahkan bahwa dirinya, Mel Gibson, dan Jon Voight adalah tipe orang yang biasa bekerja secara mandiri, sehingga skema tersebut tidak akan berjalan efektif.

Lebih lanjut, Stallone menegaskan bahwa industri Hollywood beroperasi secara korporasi dan memiliki dinamika perkembangannya sendiri.

Menurutnya, para eksekutif korporat di studio-studio besar tidak akan mau mendengarkan masukan dari pihak luar terkait masalah finansial maupun operasional.

Meskipun menolak tawaran tersebut, Stallone dikenal memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Donald Trump.

Pada sebuah acara di Mar-a-Lago saat merayakan kemenangan Trump di Pemilu 2024, Stallone sempat memuji Trump dan membandingkannya dengan tokoh sejarah Amerika, George Washington, serta menyebutnya sebagai karakter mitologis.

Namun untuk urusan pekerjaan dan regulasi industri film, Stallone memilih untuk menolak peran tersebut dengan sopan.

"Saya mengucapkan terima kasih dan ciao, karena tugas itu benar-benar mustahil untuk dilakukan," pungkasnya.

(ass/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO