Saat Sylvester Stallone Menyerah dari Hollywood Gegara Film Ini

Asep Syaifullah
|
detikPop
Copland.
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Siapa yang tak kenal Sylvester Stallone? Bintang aksi gaek ini telah mengukuhkan namanya di Hollywood sejak 1970-an lewat film legendaris Rocky (1976)-yang tidak hanya melambungkan namanya sebagai aktor, tetapi juga mengganjarnya dengan dua nominasi Academy Awards sekaligus untuk kategori Akting dan Skenario Terbaik.

Ketajaman Stallone terus berlanjut di era '80-an lewat karakter ikonik lainnya, John Rambo, serta deretan sekuel Rocky yang sukses besar.

Bahkan hingga kini, reputasinya makin kokoh. Ia sukses melakoni debut peran utamanya di serial televisi pada 2021, di samping perannya yang terus berulang di Marvel Cinematic Universe (MCU).

Namun, siapa sangka di balik nama besarnya, Stallone pernah berada di fase terkelam dalam kariernya. Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, banyak orang-termasuk dirinya sendiri-yakin bahwa masa kejayaannya sudah habis.

Pemeran utama waralaba Creed ini tidak segan menunjuk satu judul film yang nyaris membunuh kariernya: Cop Land (1997).

Uniknya, Cop Land bukanlah film yang buruk. Sebaliknya, film ini justru panen pujian dari para kritikus, terutama berkat akting Stallone yang tampil amat bernuansa dan berbeda dari biasanya. Secara finansial pun, film ini tidak bisa dikatakan gagal total.

Lantas, di mana letak masalahnya? Pada saat itu, Cop Land dipandang sebagai ujian penentu (make-or-break) bagi Stallone setelah ia membintangi rentetan film '90-an yang kurang memuaskan seperti Stop! Or My Mom Will Shoot dan Judge Dredd. Ketika Cop Land gagal meledak di pasaran, industri Hollywood langsung menyimpulkan bahwa daya pikat Stallone di tangga box office telah memudar.

"Saya menyukai film itu, tetapi efeknya justru berbalik menghantam saya," ungkap Stallone kepada Variety pada 2019.

Copland.Copland. Foto: Dok. Ist

Didepak Agensi dan Ditolak

Dampak dari kegagalan tersebut jauh lebih menyakitkan dari yang diperkirakan. Dalam wawancaranya bersama AARP, Stallone membeberkan betapa dinginnya perlakuan Hollywood terhadap dirinya kala itu.

Stallone dipecat oleh agensi ternama CAA, dan manajer pribadinya pun memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengannya. Selama hampir 10 tahun, ia sangat kesulitan mendapatkan tawaran peran utama.

Meski masih sempat bekerja, ia hanya mendapatkan peran pengisi suara atau pendukung di film anak-anak seperti Antz dan Spy Kids 3-D-jenis film yang jauh dari jangkauan nominasi Oscar.

Kebangkitan Lewat Rocky Balboa

Titik balik karier Stallone akhirnya tiba pada tahun 2006. Di usia yang tak lagi muda, ia memutuskan untuk kembali ke karakter yang pertama kali membesarkan namanya.

Ia menulis, menyutradarai, sekaligus membintangi Rocky Balboa (film keenam dari waralaba Rocky). Tentu saja, jalan menuju ke sana tidak mudah. Banyak pihak yang meragukan keputusannya.

Mengingat film sebelumnya (Rocky V) gagal total, produser asli menolak keras ide pembuatan film keenam ini. Bahkan sang istri sendiri sempat mempertanyakan apakah melangkah kembali ke ring tinju di usia 60 tahun adalah ide yang bijak.

Namun, tidak ada pilihan lain bagi Stallone selain bertaruh pada dirinya sendiri. Perjudian nekat itu terbayar tuntas. Rocky Balboa sukses besar di pasaran dan dipuji sebagai momen kebangkitan sang legenda.

Keberhasilan ini pula yang membuka jalan bagi lahirnya waralaba spin-off Creed, yang pada akhirnya membawa Sylvester Stallone kembali ke panggung Academy Awards dengan meraih nominasi Oscar untuk kesekian kalinya.

(ass/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO