Perwakilan dari bintang pop dunia, Britney Spears, akhirnya buka suara menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa penyanyi tersebut menyebabkan kekacauan di sebuah restoran di Los Angeles baru-baru ini.
Dilansir dari People, Jumat (15/5/2026) pihak manajemen menegaskan narasi yang beredar di media sosial dan tabloid telah dilebih-lebihkan secara tidak adil.
Kronologi Laporan Saksi Mata
Kabar ini bermula dari laporan saksi mata yang mengaku melihat Britney Spears berperilaku aneh saat sedang makan malam di Blue Dog Tavern, Sherman Oaks, pada Rabu (13/5) malam.
Saksi yang dikutip oleh beberapa media hiburan mengklaim bahwa pelantun lagu "Toxic" tersebut sempat berteriak, mengeluarkan suara menyerupai gonggongan anjing, hingga berjalan di sekitar restoran sambil membawa pisau.
Seorang jurnalis hiburan, Jeff Sneider, bahkan mengunggah pengalamannya melalui platform X, menyebut momen makan malam tersebut sebagai "pengalaman yang gila" dan mengklaim bahwa suasana di restoran seketika berubah tegang saat Britney berada di sana.
Tanggapan Perwakilan Britney
Menanggapi kegaduhan tersebut, juru bicara Britney Spears memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan situasi.
Ia membantah keras bahwa Britney membahayakan siapa pun atau berperilaku di luar kendali.
"Cerita ini benar-benar dibesar-besarkan. Britney sedang menikmati makan malam yang tenang bersama asisten dan pengawalnya," ujar perwakilan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada media.
Terkait laporan tentang suara gonggongan dan pisau, pihak perwakilan memberikan penjelasan yang jauh lebih sederhana.
"Dia (Britney) hanya sedang menceritakan sebuah kisah tentang bagaimana anjingnya menggonggongi tetangga. Tidak ada satu momen pun di mana dia membahayakan orang lain dengan pisau; dia hanya sedang memotong burgernya menjadi dua bagian."
Pihak Britney juga mengecam cara media terus-menerus menyoroti setiap gerak-gerik sang bintang dengan sudut pandang negatif.
Mereka membandingkan situasi saat ini dengan tekanan media yang dialami Britney dua dekade lalu, yang berdampak besar pada kesehatan mental dan kehidupannya.
"Serangan terus-menerus terhadap apa pun yang ia lakukan adalah hal yang konyol. Ini persis seperti apa yang terjadi 20 tahun lalu ketika media mencoba menggambarkan Britney sebagai sosok yang buruk. Ini harus segera dihentikan," tegas pernyataan tersebut.
Laporan insiden di restoran ini muncul hanya beberapa hari setelah Britney menyelesaikan urusan hukum terkait kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol (*DUI*) yang terjadi awal tahun ini.
Meski sempat menjalani masa rehabilitasi dan berada dalam pemantauan, orang-orang terdekatnya menegaskan bahwa penyanyi berusia 44 tahun tersebut saat ini sedang fokus pada perjalanan spiritual dan kesejahteraannya secara mandiri.
Hingga saat ini, para penggemar terus memberikan dukungan di media sosial dan meminta publik untuk memberikan ruang privasi bagi sang Princess of Pop agar dapat menjalani kehidupannya tanpa pengawasan yang berlebihan.
Simak Video "Video: Britney Spears Ditangkap Gara-gara Mengemudi Sambil Mabuk"
(ass/pus)