Britney Spears Ditangkap karena Nyetir Sambil Mabuk, Nangis-nangis Minta Maaf
Britney Spears diamankan pada Rabu malam waktu setempat, 4 Maret 2026. Dalam proses tersebut, ia sempat diborgol dan menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Namun Britney tidak ditahan lama. Ia menjalani prosedur cite and release, yaitu ketika tersangka diperbolehkan pulang setelah menerima surat panggilan untuk proses pengadilan selanjutnya.
Perwakilan Britney Spears kemudian buka suara mengenai insiden tersebut. Mereka menyebut tindakan yang dilakukan sang penyanyi merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan.
"Ini adalah insiden yang tidak menguntungkan yang sama sekali tidak dapat dimaafkan," kata perwakilan Britney Spears seperti dilansir dari E! News pada Minggu (8/3/2026).
Perwakilan itu juga menyebut Britney akan mengambil langkah yang diperlukan untuk memperbaiki keadaan dan mematuhi proses hukum yang berlaku.
"Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum. Semoga ini bisa menjadi langkah awal dari perubahan yang sudah lama dibutuhkan dalam hidupnya," tambahnya.
Selain itu, Britney Spears disebut akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama kedua anaknya, Sean Preston dan Jayden James, sebagai bagian dari proses pemulihan diri.
"Anak laki-lakinya akan menghabiskan waktu bersamanya," katanya lagi.
"Orang-orang yang dicintainya akan datang dengan rencana yang telah lama diperlukan untuk mempersiapkannya meraih kesuksesan demi kesejahteraan," tambah perwakilan.
Sementara itu, seorang sumber dekat mengungkapkan kondisi Britney Spears setelah penangkapan tersebut. Ia disebut terlihat sangat emosional saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Britney bahkan dilaporkan menangis dan merasa sangat menyesal atas kejadian tersebut.
"Dia (Britney) tidak ingin mengecewakan siapa pun, terutama para penggemarnya," kata sumber tersebut.
(dar/aay)











































