Janhvi Kapoor Jadi Korban AI, Foto Muncul di Situs Dewasa
Dalam sebuah wawancara mendalam di podcast Raj Shamani (via Times of India pada 6 April) bintang film Dhadak ini mengungkapkan, ia pernah menemukan foto dirinya yang telah dimanipulasi (morphed) terpampang di situs porno saat baru berusia 15 tahun.
Kejadian tersebut terjadi di lingkungan sekolah, tepatnya saat jam pelajaran Teknologi Informasi. Janhvi menceritakan, bagaimana teman-teman sekolahnya tanpa sengaja menemukan konten tersebut.
"Saya tidak tahu apakah itu deepfake, tapi sejenis itu. Saya melihat foto saya di situs porno. Kami sedang ada kelas IT di sekolah dan anak-anak laki-laki biasa membuka situs-situs tersebut untuk bersenang-senang. Foto-foto saya ada di sana. Dan ini terjadi di sekolah. Jadi, itu adalah pengalaman yang sangat aneh," ungkapnya.
Pada saat itu, Janhvi mencoba menenangkan dirinya sendiri dengan menganggap hal tersebut sebagai risiko menjadi selebritas, meski masih sangat muda.
"Pada satu titik, saya berpikir - inilah harga yang harus dibayar. Tidak ada moralitas dalam banyak hal di media sosial."
Meski bertahun-tahun telah berlalu, Janhvi mengaku masalah ini belum selesai. Dengan kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI), ia sering menemukan foto atau video rekayasa yang terlihat sangat nyata, bahkan terkadang dibagikan oleh akun-akun berita yang tidak bertanggung jawab.
Ia merasa tidak tenang karena citra palsu tersebut dapat merusak reputasi dan persepsi orang terhadap dirinya.
"Saya tidak merasa tenang dengan hal ini. Ada visual diri saya di luar sana, bahkan dibagikan oleh halaman berita resmi, yang sepenuhnya adalah hasil AI. Saya tidak pernah memakai pakaian itu atau difoto dengan gaya seperti itu."
Janhvi juga menyoroti bagaimana hal ini memengaruhi kariernya secara profesional.
"Jika besok saya memberi tahu seorang sutradara bahwa saya tidak nyaman mengenakan pakaian tertentu, seseorang bisa saja menarik foto-foto (palsu) itu dan berkata, 'Tapi kamu pernah melakukan ini sebelumnya.' Meskipun mereka tidak mengatakannya secara langsung, hal itu membuatmu berpikir (tertekan)."
Aktris berusia 29 tahun ini, menutup pernyataannya dengan mengkritik oknum-oknum yang memanfaatkan tubuh wanita demi uang dan views.
Ia menyebut tindakan mengkomodifikasi tubuh perempuan tanpa izin sebagai sebuah tragedi moral di era digital saat ini.
