Kisruh Spencer Vs Kerajaan Inggris, Salah Satunya Gelar Kerajaan Putri Diana
Buku tersebut membeberkan peristiwa momen saat di kereta Kerajaan menuju kediaman keluarga di Althorp tak lama setelah prosesi pemakaman Diana digelar. Saat itu, Sekretaris Pribadi Ratu Elizabeth II, Robert Fellowes, menghampiri Charles Spencer untuk menyampaikan pesan langsung dari sang penguasa Inggris.
Robert Fellowes menyampaikan pihak kerajaan berencana mengembalikan gelar kehormatan Her Royal Highness (HRH) kepada Putri Diana secara anumerta.
"Saya baru saja menerima telepon dari Yang Mulia Ratu, dan beliau ingin menawarkan kembali gelar HRH untuk Diana," tulis Charles Spencer mengutip ucapan Robert Fellowes.
Sebagai informasi, Diana resmi menyandang predikat Her Royal Highness (HRH) The Princess of Wales usai menikah dengan Pangeran Charles pada 1981. Namun, gelar HRH tersebut dicabut menyusul perceraian keduanya pada 1996, menyisakan sebutan Diana, Princess of Wales.
Dalam bukunya, Charles Spencer mengenang luka mendalam yang dirasakan kakaknya akibat pencabutan gelar tersebut.
"Diana merasa sangat terluka oleh pencabutan gelar itu setelah pernikahannya berakhir. Tindakan itu terkesan picik dan bernuansa balas dendam. Meski ia tidak lagi menjadi istri calon raja, ia tetaplah ibu dari calon raja berikutnya," tulisnya.
Menyadari kondisi kakaknya yang telah tiada, Charles Spencer secara tegas menolak tawaran anumerta dari pihak kerajaan.
"Tentu saja itu niat yang sangat baik dari Ratu. Namun hal itu sudah tidak ada artinya lagi karena Diana sudah tiada," ujar Charles Spencer pada Robert Fellowes saat itu.
Charles Spencer sempat mempertimbangkan apakah keputusannya menolak tawaran itu sudah tepat bagi keponakannya, Pangeran William dan Pangeran Harry. Namun, ia menilai pengembalian gelar setelah kematian hanyalah bentuk penghiburan yang hampa.
"Gelar tersebut seharusnya tidak pernah dicabut semasa hidupnya, sehingga tidak perlu ditawarkan kembali setelah ia tiada," pungkasnya.
FYI, Swan Song: Diana, My Sister adalah buku memoar karya Charles Spencer, adik kandung mendiang Putri Diana, yang menceritakan kebenaran tentang sang putri dari sudut pandang seorang saudara laki-lakinya.
Buku ini mengungkap kisah hidup, pernikahan hingga detik-detik tragis kematian Putri Diana pada 1997 langsung dari kacamata Earl Spencer ke-9.
Gak cuma itu saja, buku ini memuat klaim adanya percakapan tegang via telepon antara Charles Spencer dan Raja Charles III (saat itu Pangeran Charles) pasca-kematian Diana, di mana Charles diklaim sempat mengucapkan bahwa dunia akan segera melupakan Diana. Ada juga, buku yang membahas perdebatan seputar keikutsertaan Pangeran William dan Pangeran Harry untuk berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
