Joko Anwar Soroti Akar Masalah di Balik Gelombang Demo: Ini Akumulasi

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Joko Anwar saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Pusat.
Foto: Febryantino Nur Pratama/detikHOT
Jakarta - Sutradara Joko Anwar turut angkat bicara terkait gelombang unjuk rasa yang belakangan terjadi di berbagai daerah. Dalam pernyataannya, Joko menekankan bahwa kondisi sosial-politik saat ini bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari akumulasi panjang ketidakberpihakan pemerintah dan DPR terhadap rakyat.

"Yang pasti kan kita sampai pada kondisi ini tidak ujug-ujug ya, tidak tiba-tiba. Jadi sudah lama sekali baik pemerintah maupun DPR itu tidak bekerja untuk rakyat, tidak berpihak kepada rakyat. Yang paling gampang yang paling bisa dirasakan tanpa harus memiliki backup data yang njelimet," kata Joko saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).

Ia juga menyoroti kondisi rakyat yang kian hari kian sulit, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup dasar.

"Setiap hari kita bisa melihat bagaimana rakyat semakin lama semakin susah untuk mencari kerja, banyak yang kelaparan, banyak juga yang mendapatkan kesulitan untuk hidup. Hanya untuk menghidupi keluarganya dan tone deaf banget para anggota DPR dan pejabat. Mereka merasa kalau ada kritik dari rakyat itu dianggap sebagai serangan politis, padahal bukan seperti itu," tegasnya.

Joko menyayangkan sikap para wakil rakyat yang dinilainya tidak menunjukkan empati. Bahkan terkesan tak peduli terhadap penderitaan masyarakat.

"Seharusnya kan mereka bisa lebih mendengarkan dan lebih punya empati. Tidak menunjukkan bahwa mereka sedang bersenang-senang di antara kesengsaraan rakyat. Masih ada keberanian untuk tertawa, berjoget, sementara rakyat teriak. Itu menandakan mereka benar-benar tone deaf," bebernya.

Menanggapi narasi yang menyebut demo sebagai bagian dari agenda terselubung atau kepentingan politis, Joko menolak mentah-mentah anggapan tersebut.

"Kita sampai di kondisi ini bukan ujug-ujug, bukan karena ada yang berusaha membuat chaos seperti kata presiden. Ini simply rakyat yang berteriak karena kesulitan untuk hidup. As simple as that," ungkapnya.

Ketika ditanya siapa yang patut disalahkan atas situasi saat ini, Joko menyebut sistem sebagai biang keladi.

"Salahnya sistem. Kalau kita ngomong sistem, ya orang-orang yang menjalankan sistem itu siapa? Seperti yang aku bilang, ini berhubungan sama kultur. Sudah lama banget rakyat diminta untuk maklum, diminta untuk memaafkan kalau ada pejabat yang salah, cukup dengan minta maaf saja," ujarnya.

Terakhir, Joko menyerukan agar masyarakat tidak lagi diam dan mulai bersuara lebih lantang dalam berbagai bentuk.

"Enggak lah, pada saat ini kita sudah harus bersuara, harus bangkit, dan harus melawan lebih keras. Baik itu secara fisik maupun secara bersuara, di manapun kita bisa. Termasuk lewat media sosial," pungkasnya.


(fbr/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO