Andovi Da Lopez Hadiri Pemakaman Affan: Harusnya Gak Terjadi

Andovi mengungkapkan kedatangannya sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa untuk almarhum dan keluarganya.
"Ya sebenarnya gue di sini cuma mau ke makamnya, buat berdoa aja, dan turut berduka cita untuk keluarganya, untuk Ojol. Di sini gue cuma mau orang tuh sadar bahwa harusnya ini gak terjadi, sangat bisa dihindari," ujarnya.
Soal video kejadian, Andovi meminta publik melihat secara objektif.
"Ya kalian lihat sendiri videonya kan, pakai mata kalian aja sendiri itu bisa dihindarin atau gak," katanya.
Andovi menilai ucapan maaf saja tidak cukup dari institusi terkait gak cukup. "Perlu ada sesuatu yang lebih," tuturnya.
Pihak kepolisian telah menangkap tujuh anggota Brimob terkait kejadian ini. Andovi berharap proses hukum berjalan transparan, ia juga meminta para pelaku disebutkan identitasnya.
"Kalau itu awal-awal boleh, kan udah dikasih inisialnya. Sayangnya masyarakat Indonesia gak mau hanya inisial ya, mau lebih dari itu ya," ungkap.
"Gue sih maunya keadilan. Kita gak tahu di dalam mobil itu. Gue juga gak tahu apa nama mobil itu. Siapa yang nyetir? Kenapa? Tapi sesimple ini, gue pengen banget ada kejelasan dan keadilan, bukan cuma untuk Affan tapi semuanya, karena ini bukan kejadian pertama yang terjadi di Indonesia," katanya.
Sebagai figur publik, ia mengajak sesama kreator dan influencer untuk tidak diam.
"Gue cuma mengimbau teman-teman gue, konten kreator, producer, public figure, jangan cuma diam aja, berbicara. Berbicaranya juga gak harus ke jalan, gue juga paham gak semua orang bisa turun ke jalan. Tapi ya lo punya platform untuk digunakan, dan ya semoga ada perubahan yang baik buat Indonesia," pungkas Andovi Da Lopez.
(fbr/dar)