Pernah gak sih kamu merasa waktu berlari terlalu cepat, pekerjaan numpuk, tapi rasanya gak pernah cukup buat nyelesaiin semuanya?
Keresahan mendalam itulah yang coba dirangkum oleh musisi sekaligus artis Diniyah lewat single terbarunya bertajuk Waktu?.
Gak main-main, setelah sempat memanjakan telinga pendengar lewat EP The Soil/The Soul yang kental dengan nuansa dream-pop dan psychedelia, Diniyah kini melakukan banting setir musikal yang super eksploratif.
Yup, doi menyuguhkan kombinasi genre electronic dan techno-pop yang bikin beat-nya terasa fresh, futuristik, tapi tetap magis! Lagu ini langsung viral dan jadi anthem buat gen z.
Salah satu daya tarik paling mind-blowing dari lagu Waktu? adalah keberanian Diniyah memadukan tiga bahasa sekaligus dalam satu track.
Lagu ini dibuka dengan spoken word berbahasa Jepang yang memberikan vibe sinematik dan misterius sejak detik pertama.
Lalu dia juga menggunakan bahasa Indonesia sebagai medium utama. Di sini, Diniyah menyentil realita kehidupan sehari-hari, kebiasaan menunda-nunda, hingga kritik sosial terhadap isu sekitar.
Sebagai penutup yang emosional, Diniyah menyelipkan doa spiritual berbahasa Arab, "Ya Allah, barik li fi waqti" yang bermakna "Ya Allah, berkahilah waktuku".
Bagi Diniyah, lagu ini lahir dari refleksi personal tentang bagaimana manusia memperlakukan waktu dan lingkungan di sekitarnya. Di tengah rutinitas yang serba cepat, lagu ini seolah jadi pengingat buat kita semua untuk sejenak berhenti, merenung, dan membenahi diri.
Eksplorasi audio yang unik dipadu pesan mendalam ini membuktikan bahwa Diniyah bukan sekadar musisi yang ngikutin tren, tapi juga berani mendobrak batasan dalam berkarya.
Gimana nih menurut kamu tentang warna musik baru dan konsep trilingual dari Diniyah di lagu Waktu?
Simak Video "Video: Sederet Pemenang Koperasi Awards Kategori Pradana Nayaka"
(pig/dar)