Artis SM Entertainment Gak Boleh Challenge 'NEON' A2O Lite, Beneran?

Tim detikPop
|
detikPop
A2O Soul & A2O Lite
Foto: dok. A2O Entertainment
Jakarta -

Sejak debut grup A2O Lite dengan lagu NEON merajai chart musik Korea Selatan, deretan video media sosial menggunakan lagu itu mencuat di linimasa. Sederet bintang K-Pop muncul dengan video cover dance dan challenge NEON.

MONSTA X jadi salah satu grup yang terjun ikutan tren. Shownu dan Joohoney meng-cover dance NEON, sementara Hyungwon mengikuti tren versi lucu-lucuan.

Di tengah ramainya challenge NEON, muncul satu pertanyaan: akankah artis SM Entertainment bikin tantangan media sosial ini?

Pertanyaan mencuat tentu saja karena A2O Lite merupakan grup K-Pop pertama A2O Entertainment besutan Lee Soo Man. Sosok yang sama juga merupakan pendiri SM Entertainment, namun memutuskan cabut setelah konflik dengan para petinggi beberapa tahun lalu.

Di skena K-Pop, challenge di media sosial merupakan sebuah kewajiban buat penyanyi (solois atau grup) yang tengah berpromosi. Mereka biasanya akan mengajak penyanyi atau grup lain buat join challenge ini.

Dua minggu berselang setelah lagu NEON viral, satu per satu video challenge dari grup K-Pop muncul. Tapi gak satu pun datang dari artis SM Entertainment. Sementara kalau melihat ke belakang, idola K-Pop dari agensi tersebut terbilang selalu aktif dalam melakukan challenge lagu-lagu viral atau kolaborasi dengan artis yang lagi promosi.

Pertanyaan kedua yang muncul di benak fans: mereka dilarang gak sih sama agensi?

Rasa penasaran fans tersebut kemudian sedikit terjawab oleh Super Junior. Dalam konser tur Super Junior-83z yang beranggotakan Heechul dan Leeteuk, mereka sempat menampilkan cover NEON di atas panggung.

Sayangnya fans masih menunggu kepastian soal 'larangan SM' itu. Hingga akhirnya lewat sebuah pernyataan kepada media Maekyung Economy, manajemen buka suara.

"Kami paham bahwa dua member Super Junior, artis di bawah agensi kami, telah membawakan dance lagu tersebut. Kami tidak pernah menerima permintaan dari (manajemen A2O) untuk melakukan challenge," katanya dilansir Rabu (28/10/2026).

A2O Lite merupakan jejak awal Lee Soo Man kembali ke skena K-Pop Korea Selatan setelah klausul non-kompetisinya dengan HYBE selesai. NEON gacor abis, meledak di kalangan pendengar musik pop, hingga berhasil meraih predikat perfect all-kill dalam waktu kurang dari dua minggu.

Perfect all-kill di chart musik Korea Selatan berarti lagu NEON ada di posisi #1 di semua chart musik mainstream, termasuk chart mingguan iChart milik Instiz.

Senin (26/10/2026) pagi, NEON berhasil menempati posisi teratas di chart harian Melon, Melon Top 100, chart harian dan realtime Genie dan Bugs, chart Top Songs YouTube Music, chart varian VIBE, dan chart realtime FLO hingga iChart.

A2O Lite beranggotakan Young, Vora, dan Ayune dari Korea; Himeki dari Jepang, Xili, Merci, dan Aijing dari China; Rada dari Thailand; dan Oa dari Amerika-Jepang.

Brand A2O sendiri sudah diresmikan Lee Soo Man sejak tahun 2024 dengan perusahaan yang bermarkas di Singapura dan Los Angeles. A2O May didebutkan sebagai proyek awal dari manajemen ini, fokus pada pasar Tiongkok dan AS.

Di Korea, Lee Soo Man juga mendebutkan boyband A2O Soul. Grup ini meluncur dengan lagu Superstar, dan album yang rencananya akan keluar November nanti.

Halaman 2 dari 2
(aay/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO