Gelombang aksi mundur masal menghantam tur konser penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran.
Seluruh musisi pembuka (supporting acts) dan band pengiringnya, secara resmi memutuskan mundur dari rangkaian Loop Tour sebagai bentuk solidaritas terhadap rapper Macklemore, yang sebelumnya dicoret dari tur akibat melontarkan pernyataan mendukung Palestina di atas panggung.
Penyanyi dan produser peraih Grammy, Finneas, menjadi musisi terbaru yang mengumumkan pengunduran dari enam jadwal pertunjukan Ed Sheeran di Amerika Selatan.
Langkah ini diambil, usai pernyataan Ed Sheeran yang menjelaskan adanya tekanan dari para pemilik venue untuk mendepak Macklemore.
"Para seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka menyuarakan penentangan terhadap penindasan," tulis Finneas di media sosialnya.
"Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya."
Kericuhan ini bermula saat Macklemore menyampaikan pidato berdurasi dua menit di Stadion MetLife, New Jersey.
Di atas panggung, ia menyerukan "Free Palestine" dan menegaskan dunia tidak melupakan masyarakat di Gaza dan Tepi Barat.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari beberapa pihak, termasuk Dewan Israel-Amerika (Israeli American Council) dan pemilik stadion besar seperti Robert Kraft (miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium).
Pemilik venue dan pihak promotor memberikan ancaman, tidak akan mengizinkan konser Sheeran berlangsung jika Macklemore tetap tampil sebagai pembuka.
Melalui unggahan di Instagram, Ed Sheeran mengonfirmasi pencoretan Macklemore dan menyebut keputusan tersebut murni berada di tangan promotor dan pemilik stadion, bukan dirinya.
Ed Sheeran mengaku telah berusaha mencari jalan tengah namun gagal.
Keputusan pencoretan Macklemore, berbuntut panjang dan memicu reaksi berantai dari musisi pendukung lainnya:
- Aaron Rowe (Penyanyi asal Irlandia): Mundur dari 10 jadwal sisa di Amerika Utara. Ia menegaskan tidak bisa tinggal diam, melihat pemilik modal membungkam suara yang menentang pembantaian dan pendudukan di Palestina.
- Beoga (Band tradisional Irlandia yang menjadi pengiring Sheeran): Turut mundur dari jadwal konser di AS sebagai bentuk protes atas pembungkuman Macklemore oleh lobi-lobi tertentu.
- Lukas Graham (Grup pop asal Denmark): Vokalis Lukas Forchhammer menegaskan, kekayaan atau uang seseorang tidak berhak menentukan siapa yang boleh bersuara atas penderitaan warga sipil dan anak-anak.
Langkah pengunduran diri para musisi ini mendapat dukungan luas dari selebritas lain, seperti penyanyi Kehlani hingga pencipta konten edukasi anak Ms Rachel, yang menyayangkan sikap Sheeran karena dianggap tunduk pada tekanan pihak sponsor dan pemilik stadion.
Sementara itu, pihak Robert Kraft membela keputusannya dengan mengklaim pembatalan penampilaan Macklemore didasari oleh rekam jejak retorika yang dinilai sensitif bagi komunitas Yahudi. Meski menyatakan tetap terbuka untuk berdialog demi menghentikan penderitaan semua pihak.
Simak Video "Video KETIK: Lukas Graham Bocorin Album Baru hingga Kedekatan dengan Ed Sheeran"
(ass/wes)