Andika Isyaratkan Vakum Usai Gonjang-ganjing Kangen Band

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Andhika Kangen Band saat ditemui di kawasan Trans TV.
Foto: Noel/detikHOT
Jakarta - Publik belakangan dihebohkan oleh kabar miring yang menerpa band besar sekelas Kangen Band, nih.

Sempat berembus kabar bahwa grup musik asal Lampung tersebut diterpa isu pembubaran. Ya, meskipun Dodhy mengisyaratkan hal itu tak jadi terjadi, sang vokalis, Andika, justru blak-blakan mengungkapkan keresahan mendalam yang dirasakannya.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, Andika mengaku sebenarnya sangat terbeban dengan riuhnya narasi soal konflik internal ini.

Ia bahkan merasa minder dan malu untuk berinteraksi di luar akibat simpang siur berita yang beredar.

"Demi Allah, dengan ada berita ini saya sama teman-teman tuh sebenarnya malu mau ketemu orang," ujar Andika saat dihubungi, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, masalah seputar band seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus langsung memunculkan wacana pembubaran yang meresahkan.

Isu gonjang-ganjing ini tak ayal membuat para promotor hingga penggemar cemas, mengingat Kangen Band masih mengantongi sejumlah jadwal manggung yang padat.

Menyadari hal tersebut, Andika menegaskan komitmennya untuk tetap menyelesaikan seluruh pekerjaan yang sudah menyepakati kontrak hingga akhir tahun demi menghargai pihak penyelenggara dan penonton.

Namun, di balik sikap profesionalnya di panggung, Andika menyimpan luka batin nih. Ia merasa perjuangannya membesarkan nama Kangen Band sejak dari nol dari masa-masa sulit di Lampung seolah gak dihargai dengan layak.

Perasaan tertindas dan lelah secara mental membuat pelantun Pujaan Hati ini mempertimbangkan untuk mengambil jeda panjang dari aktivitas band.

"Saya kayaknya pengin bukan mundur-lah, vakum dulu lah saya mikir dulu. Saya pengin vakum dulu, kasihan anak-anak saya, keluarga saya, orang-orang yang tersakiti," ungkap Andika.

Lebih lanjut, Andika berharap agar hak atas nama Kangen Band nantinya dapat didaftarkan secara resmi atas nama seluruh personel, bukan perorangan.

Baginya, band ini didirikan atas dasar persaudaraan dan perjuangan bersama, sehingga sudah sepatutnya setiap anggota memiliki hak yang setara. Ia menyerahkan keputusan masa depan band setelah jadwal panggung tahun baru selesai dieksekusi.

(tia/tia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO