Kritik Maclemore Dukung Palestina di Konser, P!nk Dihujat

Asep Syaifullah
|
detikPop
Pink di Billboard Music Arwads 2021
P!nk (Foto: dok. Twitter @BBMAs)
Jakarta - Penyanyi P!nk memberikan tanggapan setelah diterpa gelombang kritikan pedas akibat komentarnya terkait aksi panggung rapper Macklemore yang menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Kontroversi ini bermula ketika Macklemore tampil sebagai pembuka dalam konser Ed Sheeran di New Jersey. Di atas panggung, sang rapper membawakan lagu Hind's Hall, menyerukan pembebasan Palestina, dan menegaskan bahwa kritiknya terhadap kebijakan pemerintah Israel bukanlah bentuk kebencian terhadap kaum Yahudi.

Menanggapi gelombang kritik atas aksinya tersebut, Macklemore sempat mengunggah video ke Instagram yang menampilkan momen saat ia berbicara di atas panggung. Ia menjelaskan bahwa salah satu alasannya memilih ikut serta dalam tur Sheeran adalah agar bisa menyerukan "Free Palestine" di hadapan ribuan penonton dalam skala besar.

Tak lama setelah aksi panggung itu, P!nk membagikan ulang sebuah unggahan dari akun @Stop_AntiSemitism yang mengecam Macklemore dan mendesak agar ia dikeluarkan dari rangkaian tur. P!nk sempat menambahkan komentar bahwa para penggemar Yahudi membeli tiket untuk menikmati musik, bukan untuk mendengarkan propaganda politik. Respons tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik yang menudingnya mencoba membungkam isu kemanusiaan.

Melalui pernyataan tertulis yang cukup panjang di media sosial, pelantun lagu Just Give Me a Reason tersebut menyampaikan klarifikasi sekaligus membela diri atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.

"Sebuah unggahan ulang bukanlah bentuk pernyataan resmi, dan sebuah meme bukanlah bukti keteguhan sikap," tulis P!nk saat mengakui bahwa langkah awalnya merespons kritikan netizen dengan humor dan meme sarkastik adalah sebuah kekeliruan.

P!nk menegaskan sebagai seorang wanita Yahudi, tindakan dan pandangannya murni didasari oleh rasa cemas sebagai seorang ibu, bukan karena ia mendukung kebijakan politik tertentu. Ia juga menolak anggapan dirinya berusaha memecat Macklemore atau membenci warga Palestina.

"Saya tidak mewakili pemerintah Israel. Saya percaya Hamas adalah organisasi teroris, tetapi saya juga percaya bahwa rakyat Palestina berhak atas masa depan yang aman, damai, dan bermartabat," tegasnya.

Ia menambahkan ruang publik seperti konser musik seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua orang tanpa membuat kelompok tertentu merasa terintimidasi. P!nk menutup pernyataannya dengan memperingati peringatan peristiwa 9/11 sekaligus menyambut hari raya Rosh Hashanah.

"Sekarang saya akan membuatkan makan malam untuk anak-anak saya, menyalakan lilin, mencelupkan apel ke dalam madu, menuangkan segelas anggur, dan dipenuhi rasa syukur. Itu adalah tradisi saya. Dan itu juga kebetulan merupakan tradisi Yahudi. Shana tova," pungkasnya



(ass/dar)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO