×
Ad

POV Songwriter Lihat Polemik Mahalini dan Anggis Devaki

Febryantino Nur Pratama - detikPop
Sabtu, 12 Sep 2026 21:01 WIB
Mahalini (Foto: Dok. JFW)
Jakarta -

Polemik lagu Percuma yang dirilis ulang Mahalini ikut menarik perhatian Mytha Lestari. Penyanyi sekaligus songwriter ini menilai persoalannya jadi ramai karena banyak netizen yang salah memahami posisi Mahalini dan Anggis Devaki.

"Jadi kalau dari kemarin itu sebenarnya netizen tuh salah kaprah sebenarnya menurut gue. Mereka tuh ngerasa gue jadi membela salah satu dan ngalahin salah satu, padahal gak," kata Mytha Lestari saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.

"Kayak gue tuh hanya berdiri dari singer dan songwriter. Kayak maksudnya di sini kan Mahalini singer-songwriter, Anggis tuh singer. Jadi maksud gue, gue pun singer plus songwriter," sambungnya.

Mytha Lestari saat berkunjung ke kantor detikcom. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT

Menurut Mytha, persoalannya perlu dilihat dari perbedaan hak cipta dan hak atas master rekaman. Pencipta lagu memegang hak cipta, sementara hak ekonomi atas rekaman atau master bisa dimiliki pihak yang membiayai produksinya sesuai perjanjian.

"Nah kemarin itu problem-nya Lini kan adalah menyanyikan lagi lagu yang dia tulis ya. Sebenarnya kalau di dalam hukum hak cipta, pemegang rights-nya adalah pencipta lagu," beber Mytha.

"Sedangkan pemegang rights ekonomi itu adalah pemilik master. Jadi beda nih, ada pemilik hak cipta sama ada pemilik master," lanjutnya.

Karena Mahalini merupakan pencipta Percuma, Mytha menilai tidak ada yang salah ketika ia kembali membawakan lagu tersebut. Hanya saja, kalau berada di bawah label, tetap ada urusan lain seperti campaign marketing atau kerja sama brand yang perlu disesuaikan.

"Dan ketika Lini memang diizinkan untuk menyanyikan lagi, nyanyi lagu... sebenarnya bukan diizinkan ya, kayak sebenarnya Lini tuh punya hak penuh untuk menyanyikan lagi," katanya.

"Cuman kalau misalnya di dalam label, mereka tuh akan ada benturan-benturan kanan dan kiri. Maksudnya benturan kanan dan kiri tuh misalnya terbatas sama campaign marketing, atau terbatas sama campaign brand, atau terbatas sama campaign apa," sambungnya.

Mytha bahkan mengaku pernah berbicara dengan Mahalini soal polemik tersebut. Menurutnya, sebagai pencipta, Mahalini memang punya ruang untuk menentukan apa yang ingin dilakukan terhadap lagu yang ia buat.

"Lini waktu itu sih cuma bilang bahwa kita tuh pencipta-pencipta lagu sebenarnya punya tempat untuk bisa menentukan pilihan kita terhadap lagu yang kita ciptakan," kata Mytha.

Anggis Devaki Foto: Grandyos Zafna/detikFoto

Ia juga menilai Mahalini dan Anggis justru terkesan dibenturkan oleh netizen. Mytha menegaskan thread yang sebelumnya ia buat bukan untuk membela salah satu pihak, melainkan memberikan perspektif berdasarkan pengalamannya sebagai singer dan songwriter.

"Jadi pada saat itu posisinya semua oranglah ya, gak cuma Lini, Lini, Anggis juga dua-duanya jadinya kayak dibenturkan aja sama netizen. Dan gue waktu kemarin nulis thread itu benar-benar gak membela siapa-siapa, tapi benar-benar ngasih tahu tentang knowledge yang gue tahu aja sebagai singer dan songwriter," ujarnya.

Bahkan, menurut Mytha, ada bagian dari polemik ini yang sebenarnya masih berupa asumsi. "Ini banyak yang tidak mengerti aja. Dan kalau menurut beberapa teman-teman aku juga, kan sebenarnya ini cuma kayak semuanya asumsi," tuturnya.

Ia mencontohkan pernyataan yang sempat dikaitkan dengan Mahalini. Belum tentu tulisan penyanyi asli Percuma memang ditujukan kepada Mahalini seperti yang diasumsikan netizen.

"Misalnya pada saat itu penyanyi asli 'Percuma' nulis kata-kata itu, apakah itu merefer ke pencipta lagunya atau memang buat yang lain? Karena Lini pun bilang, 'Kak, aku tuh gak pernah berpikir itu buat aku lho,'" ungkap Mytha.

"Tapi si netizen-netizen ini mengiranya, 'Oh, ditulisnya buat ini, buat karena Lini nyanyiin lagu Percuma.' Padahal gak," jelasnya.

Mytha pun berharap persoalan ini gak semakin dipanas-panasin. "Jadi sebenarnya ini ricuh dan riuh karena ada penggiringan opini aja, padahal sih gak kenapa-kenapa," katanya.

Polemik Percuma mencuat setelah Mahalini merilis ulang lagu ciptaannya pada 28 Agustus 2026. Lagu tersebut sebelumnya dipopulerkan oleh Anggis Devaki dan Betrand Peto, sehingga perilisan ulangnya kemudian memicu perdebatan di kalangan netizen.



Simak Video "Video: Sederet Pokok Pengaturan RUU Hak Cipta Usulan Melly Goeslaw-Once"

(fbr/dar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork