Setiap September datang, lagu Wake Me Up When September Ends milik Green Day hampir selalu kembali muncul di media sosial. Lagu tersebut kerap dipakai untuk berbagai unggahan, mulai dari meme sampai konten bernuansa nostalgia.
Tapi di balik kebiasaan tersebut, ternyata ada cerita personal yang cukup emosional dari Billie Joe Armstrong.
Lagu yang masuk dalam album American Idiot itu ditulis Armstrong setelah kehilangan ayahnya pada 10 September 1982.
Sang ayah meninggal ketika Armstrong masih kecil, dan kepergian tersebut meninggalkan luka yang terus terbawa hingga bertahun-tahun kemudian.
Kesedihan Armstrong bahkan terlihat jelas saat pemakaman ayahnya. Setelah prosesi selesai, dia pulang ke rumah dan mengunci diri di kamar. Ketika sang ibu mengetuk pintu untuk memastikan keadaannya, Armstrong hanya menjawab, "Bangunkan aku saat September berakhir."
Kalimat tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk judul sekaligus bagian dari lirik Wake Me Up When September Ends. Baris-baris awal lagu juga menggambarkan sosok ayahnya dan waktu yang terus berjalan sejak kepergiannya.
Dalam wawancara di acara Howard Stern Show, Armstrong pernah bercerita bahwa September selalu membawa perasaan berbeda baginya. Ada kenangan tentang sang ayah yang kembali terasa setiap kali bulan tersebut datang.
"Saya rasa itu sesuatu yang terus melekat dalam ingatan saya, bulan September yang merupakan hari peringatan kematiannya selalu terasa, entah kenapa, agak menyedihkan," kata Armstrong kepada Stern.
Buat Armstrong, menulis lagu tersebut juga bukan sesuatu yang langsung bisa dilakukan. Dia membutuhkan waktu cukup lama sampai akhirnya merasa siap mengubah rasa kehilangan tersebut menjadi sebuah lagu.
"Saya memikirkannya setiap hari, sungguh," ucapnya.
"Saya agak menghindari menulis tentang dia selama bertahun-tahun, dan akhirnya mendapatkan terobosan seperti itu terasa menyenangkan. Itu bukan emosi negatif, tetapi lebih seperti menghormatinya," sambungnya.
Menariknya, lagu tersebut sebenarnya sudah hampir dua dekade selesai dibuat sebelum Green Day akhirnya memutuskan untuk merekamnya. Lagu itu kemudian menjadi bagian dari American Idiot yang dirilis pada 2004.
American Idiot sendiri merupakan album studio kedelapan Green Day. Album tersebut punya konsep yang cukup besar, mengikuti perjalanan karakter bernama Jesus of Suburbia, seorang antihero kelas pekerja yang merepresentasikan kekecewaan generasi di tengah berbagai peristiwa besar, termasuk tragedi 9/11 dan Perang Irak.
Setiap lagu dalam album tersebut berfungsi seperti bab dalam perjalanan Jesus of Suburbia. Ceritanya kemudian berkembang menjadi gambaran tentang kegelisahan sekaligus munculnya gelombang baru budaya punk yang menentang kemapanan.
Meski lahir dari pengalaman pribadi Armstrong, Wake Me Up When September Ends kemudian punya kehidupan yang jauh lebih luas. Selama bertahun-tahun, lagu ini digunakan dalam berbagai konteks di luar kisah personal sang vokalis.
Lagu tersebut pernah digunakan sebagai bagian dari pernyataan dalam gerakan anti-perang. Wake Me Up When September Ends juga dipakai sebagai bentuk penghormatan kepada para penyintas Badai Katrina.
Simak Video "Dari Kebiasaan Sederhana, MAMA Lime Green Day Fest Ajak Keluarga Hidup Sehat"
(dar/ass)