Jelang Momen Paling Sakral Billie Armstrong Green Day Tiap September

Pingkan Anggraini
|
detikPop
LOS ANGELES, CA - OCTOBER 17:  Musician Billie Joe Armstrong of Green Day performs at the Hollywood Palladium on October 17, 2016 in Los Angeles, California.  (Photo by Kevin Winter/Getty Images)
(Foto: Kevin Winter/Getty Images) Billie Joe Armstrong
Jakarta - Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends

Kamu tahu lirik di atas? Yup, itu sepenggal lirik dari Wake Me up When September Ends milik Green Day. Lagu ini jadi track ikonik Green Day di mata banyak orang apalagi penggemar.

Ketika memasuki bulan September, apalagi sekarang yang sebentar lagi akan menuju ke sana, banyak orang membahas dan ingat lagu ini. Sebab itu juga pemahaman orang-orang soal cerita di balik lagu ini terkikis.

Mereka gak semuanya paham bahwa sebenarnya lagu ini punya lirik yang sangat sakral untuk Billie Joe Armstrong, vokalis Green Day. Jelas sangat sakral, Billie menulis lagu ini setelah bertahun-tahun kehilangan ayahnya.

Seperti yang ada pada penggalan lirik ini:

Like my fathers come to pass
Seven years has gone so fast
Wake me up when September ends

Sang Ayah, Andrew Armstrong, meninggal dunia pada September 1982 saat Billie masih berusia 10 tahun. Billie yang saat itu belum bisa menerima kenyataan pahit langsung mengurung diri di kamarnya dan tak ingin diganggu.

Billie cuma berpesan ke ibunya untuk membangunkannya ketika September ini selesai. Haru banget kan guys.

Gak cuma itu aja, dalam beberapa panggung Billie juga masih sering menangis ketika melantunkan lagu ini. Nyatanya setelah 2 dekade, lagu ini masih terus membuat Billie Armstrong emosional.

Nah menurut kamu gimana, apa makna Wake Me up When September Ends menurut pengalaman kamu?

(pig/aay)



Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO