Gak HipDut, Gak Dangdut
Istilah hipdut muncul di media sosial setelah lagu Garam dan Madu (Sakit Dadaku) muncul ke publik dan viral nih. Alasannya karena lagu ini mencampurkan musik hip hop dan dangdut. Tapi ada juga sentuhan RnB yang bikin lagu ini makin asyik.
Kalau kamu tarik garis lurus ke beberapa tahun belakangan ini, musik di Indonesia yang nge-hype banget sebenarnya ada koplo, campursari, sampai musik daerah Indonesia Timur.
Tapi memasuki 2025, musik dangdut mulai mengambil alih perhatian anak muda, termasuk para gen z yang ketagihan. Yup, semua itu dimulai dari Garam dan Madu (Sakit Dadaku) yang juga terbilang sangat unik dan 'fresh' banget.
Secara karakteristik, musikalitas hipdut digarap dengan mengadopsi struktur beat hip hop yang repetitif dipadukan dengan pola kendang koplo dangdut. Lalu pada lirik, hipdut menggunakan bahasa sehari-hari, slang anak muda, hingga bahasa daerah yang mengangkat tema kehidupan seperti percintaan.
Yang bikin menariknya lagi, gaya penyampaian pun turut memasukkan unsur rapping bebas yang dipadukan dengan cengkok vokal dangdut. Hipdut pun akhirnya punya 'rumahnya' sendiri yang dibangun oleh para musisi-musisi muda, ya Anti NRML. Banyak orang juga percaya bahwa pelopor musik hipdut adalah NDX AKA.
Baca juga: Semua Mata Tertuju ke Naykilla |
Gak cuma itu, style para musisinya juga perlahan balik lagi ke era 90-an yang saat ini dibilang Y2K. Rambut warna-warni, makeup wajah yang menyala, piercing, nail extention, celana melorot, legging warna cerah, sampai jepit rambut yang beragam.
Banyak orang merasa bahwa popularitas hipdut dan fashionnya membawa dunia kembali berputar ke masa lampau. Jadi gak banyak orang kaget juga buat ikutan tampil.
Nah soal musisinya, skena musik dangdut pun jadi ikutan main di ranah hipdut nih. Yang terbaru ada Cici Faramida lewat Jangan Tunggu Lama-Lama yang kemudian works dan viral.
(pig/tia)











































