Meski Toy Story 5 Meledak, Disney Tetap PHK Ratusan Karyawan
Menurut laporan Variety, PHK kali ini menjadi yang terbesar di Pixar dalam dua tahun terakhir sejak perilisan Inside Out 2. Sebagian besar karyawan yang terdampak berasal dari divisi produksi dan operasional.
Seorang sumber menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan kebutuhan produksi Pixar yang terus berubah. Studio kini menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan volume proyek yang sedang berjalan.
Di sisi lain, performa film Hoppers juga disebut menjadi salah satu faktor. Film tersebut meraup pendapatan global sekitar USD 389 juta dengan anggaran produksi mencapai USD 150 juta, hasil yang dinilai belum memenuhi ekspektasi Disney.
PHK ini bukan hanya terjadi di Pixar. Juru bicara Disney mengonfirmasi perusahaan memangkas beberapa ratus posisi di berbagai divisi, termasuk ESPN, Disney Entertainment Television, National Geographic, hingga sejumlah studio film.
CEO Disney Josh D'Amaro mengatakan perusahaan terus merampingkan operasional agar tetap mampu menghadirkan kreativitas dan inovasi di tengah perubahan industri hiburan.
"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari cara untuk merampingkan operasi kami di berbagai bagian perusahaan untuk memastikan kami memberikan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang dihargai dan diharapkan penggemar kami dari Disney," katanya.
"Mengingat laju industri kita yang bergerak cepat, hal ini mengharuskan kita untuk terus menilai bagaimana membina tenaga kerja yang lebih gesit dan didukung teknologi untuk memenuhi kebutuhan di masa depan," lanjutnya.
PHK terbaru ini melanjutkan langkah efisiensi yang sudah dilakukan Disney sejak awal tahun. Pada April lalu, perusahaan juga memangkas sekitar 1.000 karyawan dari berbagai divisi, mulai pemasaran, ESPN, produk dan teknologi, hingga unit korporat.
Strategi Disney dalam beberapa tahun terakhir memang berubah. Perusahaan kini mengurangi jumlah produksi, terutama proyek yang dibuat khusus untuk layanan streaming, dan kembali memprioritaskan film-film layar lebar dengan kualitas yang lebih terjaga.
Pixar sendiri telah menjadi bagian dari Disney sejak 2006, ketika perusahaan tersebut diakuisisi senilai USD 7,4 miliar. Akuisisi itu mengakhiri ketegangan panjang antara Steve Jobs dan mantan CEO Disney Michael Eisner, sekaligus membuka babak baru kolaborasi yang melahirkan sederet film animasi sukses hingga saat ini.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
