×
Ad

Polandia Resmi Batalkan Konser Kanye West: Tidak Ada Tempat!

Asep Syaifullah - detikPop
Sabtu, 18 Apr 2026 21:03 WIB
Foto: MATT WINKELMEYER, FRAZER HARRISON, Getty Images via AFP
Jakarta -

Teka-teki mengenai kelanjutan konser rapper kontroversial Kanye West (Ye) di Polandia akhirnya terjawab.

Pihak pengelola Stadion Silesian di Chorzów secara resmi mengumumkan pembatalan konser yang sedianya dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 mendatang.

Keputusan ini diambil setelah tekanan hebat dari Pemerintah Polandia yang keberatan atas rekam jejak Ye yang kerap mempromosikan sentimen antisemitisme dan kekaguman terhadap ideologi Nazi.

Direktur Stadion Silesian, Adam Strzyzewski, menyampaikan pengumuman tersebut melalui pernyataan pers di situs resmi stadion pada Jumat (17/4).

Meski tidak merinci detail teknisnya, ia menegaskan bahwa konser tersebut tidak akan terlaksana.

"Konser Ye (Kanye West), yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Superauto.pl Silesian Stadium, tidak akan berlangsung karena alasan formal dan hukum," tulis Strzyzewski singkat dilansir dari DW (18/4).

Langkah ini menyusul sikap keras Menteri Kebudayaan Polandia, Marta Cienkowska, yang sebelumnya mendesak para penyelenggara untuk tidak memberikan ruang publik bagi individu yang ia sebut sebagai "promotor ideologi kriminal."

Bagi Polandia, isu Nazisme bukan sekadar perdebatan ideologis, melainkan luka sejarah yang mendalam. Selama Perang Dunia II, lebih dari 3 juta warga Yahudi Polandia tewas di tangan Nazi, termasuk di kamp kematian Auschwitz yang berdiri di tanah Polandia.

"Saya tidak bisa membayangkan konser seperti itu diadakan di Polandia, sebuah negara di mana orang-orang dibantai di kamp pemusnahan Nazi Jerman," tegas Menteri Cienkowska.

Menurutnya, tindakan Ye yang pernah merilis lagu berjudul "Heil Hitler" dan menjual atribut berlambang Swastika adalah penghinaan nyata terhadap nilai-nilai yang dianut Polandia.

Pembatalan di Polandia ini memperpanjang daftar hitam Ye di benua Eropa:

Inggris: Telah melarang masuk sang rapper, memaksa pembatalan seluruh penampilannya.

Prancis: Menghadapi penolakan serupa dari pejabat kota di Marseille.

Australia: Juga dilaporkan telah melarang masuk musisi berusia 48 tahun tersebut.

Meski demikian, Ye masih sempat tampil di Amerika Serikat dan Mexico City awal tahun ini.

Di sisi lain, Kanye West sebenarnya telah mencoba memperbaiki citranya. Pada Januari 2026, ia memasang iklan satu halaman penuh di Wall Street Journal untuk meminta maaf kepada komunitas Yahudi.

Ia berdalih bahwa perilaku kontroversialnya di masa lalu dipicu oleh "episode manik" akibat gangguan bipolar yang dideritanya.

"Saya bukan seorang Nazi atau antisemite. Saya mencintai orang Yahudi," tulisnya dalam iklan tersebut.

Namun, permintaan maaf itu tampaknya belum cukup bagi otoritas Polandia dan para penyintas Holocaust di Eropa.

Mereka tetap menyerukan pemboikotan total terhadap Ye guna mencegah normalisasi retorika kebencian di ruang publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kanye West belum memberikan komentar resmi terkait pembatalan di Polandia.



Simak Video "Video: Permintaan Maaf Kanye West 'Ye' soal Pernyataan Anti-Semit "

(ass/nu2)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork