Olivia Rodrigo Vs DHS Soal Penggunaan Lagunya di Video ICE
Insiden ini memicu perdebatan panas mengenai hak cipta musisi dan kebijakan imigrasi.
Rodrigo secara terbuka mengecam penggunaan karyanya dalam video yang menampilkan aktivitas penegakan hukum tersebut, menyebutnya sebagai pengalaman yang "mengerikan" dan bernuansa "distopia."
"Melihat musik yang saya buat dengan penuh perasaan digunakan untuk propaganda semacam itu benar-benar menyedihkan. Ini adalah waktu yang sangat menakutkan bagi banyak orang, dan saya merasa sangat terganggu karena karya saya dikaitkan dengan narasi tersebut."
Menanggapi kritik tersebut, juru bicara DHS merilis pernyataan resmi yang membela para petugas federal sekaligus menyindir balik sikap sang penyanyi.
"Amerika senantiasa berterima kasih kepada petugas penegak hukum federal kami yang menjaga kita tetap aman. Kami menyarankan agar Nona Rodrigo berterima kasih atas pengabdian mereka, bukannya meremehkan pengorbanan yang mereka lakukan," balasnya dilansir dari Billboard (20/3).
Pihak DHS juga memberikan klarifikasi mengenai tuduhan prosedur imigrasi yang kontroversial.
"ICE TIDAK memisahkan keluarga. Orang tua diberikan pilihan untuk membawa anak mereka atau menempatkan mereka di bawah pengasuhan seseorang yang mereka tunjuk. Hal ini konsisten dengan penegakan imigrasi pada pemerintahan-pemerintahan sebelumnya."
Meskipun DHS bersikeras bahwa prosedur mereka manusiawi dan legal, pihak Rodrigo tetap pada posisinya bahwa penggunaan musik tanpa izin untuk konten bermuatan politik adalah pelanggaran terhadap integritas seniman.
Hingga saat ini, tim manajemen Rodrigo dilaporkan terus berupaya memastikan konten tersebut tidak lagi beredar luas.
(ass/pus)











































